Saya tidak tahu ke mana tepatnya sepucuk surat ini harus saya kirim agar benar-benar sampai tak hanya di tangan, tetapi juga hatimu.
Ketika kecil, ada banyak kecemburuan saya sebab Allah memberimu kegesitan, ketajaman logika, kekuatan, dan banyak kelebihan lain. Tetapi, lambat laun saya mengerti tak perlu cemburu sebab bukankah semua kelebihan itu akan kau gunakan untuk melindungi mereka yang lebih lemah, para perempuan seperti saya, juga anak-anak?
Tetapi, kenyataan di depan mata kemudian terasa menyesakkan. Beberapa istri menangis di hadapan saya, bercerita betapa mereka terkena pukulan dan tendanganmu, juga sasaran kalimat yang melecehkan. Rangkaian kata yang tak pernah saya harapkan terucap dari seorang pemimpin keluarga.
Kisah-kisah lain menghampiri saya. Seorang istri yang tak hanya teraniaya lahir batin, tapi kemudian juga menjadi pihak yang diadukan sang suami ke kepolisian. Kejadian yang membuat saya merenung. Bagaimana bisa seorang suami mengadukan ibu dari anak-anaknya, tanpa kesalahan yang jelas, ke polisi? Bukankah ketiadaan sang ibu apalagi jika kemudian harus berada di balik jeruji, merupakan kehilangan besar bagi anak-anaknya?
Tak hanya para istri, beberapa remaja mengirimkan email kepada saya. Salah seorang di antaranya bercerita, “Ketika lima anaknya lahir tak sekali pun bapak berada di sisi ibu. Hari-hari bapak dipenuhi kesibukan bersama perempuan lain. Sekalinya pulang, yang dilakukan bapak hanyalah memukuli ibu. Saya dan adik-adik membenci dan sampai kapan pun tak akan pernah memaafkan bapak!“
Ah, terlalu banyak luka. Tidakkah kau mengerti? Sedih dan kecewa seorang istri mungkin bisa disamarkan waktu sebab usia dan kedewasaan. Tetapi, luka yang kau goreskan ke dalam jiwa anak-anak akan abadi. Pada masanya, luka itu bisa menjelma pisau yang berbalik arah, ketika tubuhmu melemah, saat mereka justru semakin kuat.
Jika pada saat itu muncul begitu banyak kesempatan untuk berperan sebagai ayah, dan meluruskan langkah mereka dari melakukan kesalahan fatal, jangan kaget jika mereka tak mau mendengar sebab potret buruk yang kau tanamkan sejak mereka kecil.
Untuk jiwa-jiwa yang sedang tumbuh itu, saya mohon agar tak ada lagi luka yang kau ukir atas nama kekuatan. Sayang harapan itu diuapkan waktu. Kemarahan saya kembali terusik. Seorang pedagang sayur diperkosa pagi-pagi buta di dalam angkot. Selang sebulan berita lain muncul. Mahasiswi kebidanan diperkosa lima lelaki di dalam kendaraan umum.
Ke mana perginya lelaki yang seharusnya melindungi? Laki-laki yang seharusnya menggunakan kekuatannya untuk meringankan mereka yang lemah, yang pada bidang dada mereka, perempuan menyandarkan resah dan persoalan? Sosok kuat yang seharusnya bangga jika bisa menyelamatkan orang lain, termasuk dari nafsu mereka dan bukan sebaliknya. “Semua bersumber pada cara mendidik anak lelaki yang salah!“ ujar seorang sahabat berapi-api.
Sekitar 17 tahun menikah, alhamdulillah saya termasuk yang menerima kebaikan didikan ayah dan ibu mertua terhadap anaknya. Juga beberapa sahabat yang mengarungi pernikahan puluhan tahun dalam kebahagiaan. Setitik optimistis menelusup di hati. Tak semua lelaki sepertimu. Masih banyak yang baik. Menatap putra saya, kekhawatiran itu muncul, meski kemudian saya kalahkan dengan doa. Mudah-mudahan ia tumbuh menjadi lelaki sejati, memenuhi takdir sebagai pemimpin, yang mengayomi dan melindungi.
Dan, untuk semua perempuan yang menjadi korban, semoga hukum tegak saat lelaki di sekitar mereka melakukan kezaliman atas kelemahan perempuan. Meski para lelaki itu juga memiliki ibu, adik, kakak, atau istri dan anak yang tentu ingin mereka lindungi agar tak ternoda.
Jatuhkan hukuman seberat-beratnya bagi pemerkosa agar mereka jera. Agar nafsu tak mudah tergelincir sebab ada dinding kokoh yang tak hanya membatasi, juga berfungsi. Agar tenang anak-anak dan remaja putri kita menuntut ilmu. Agar para perempuan yang terpaksa menembus kegelapan dini hari demi memberi nafkah halal bagi keluarga tak diliputi kecemasan. Begitulah surat ini saya tulis.[]
*REPUBLIKA (25/2/12)
READ MORE - Sepucuk Surat untuk Laki-Laki
Minggu, 22 April 2012
Cinta di Atas Cinta
Perempuan oh perempuan! Pengalaman batin para pahlawan dengan mereka ternyata jauh lebih rumit dari yang kita bayangkan. Apa yang terjadi, misalnya, jika kenangan cinta hadir kembali di jalan pertaubatan seorang pahlawan? Keagungan!
Itulah, misalnya, pengalaman batin Umar bin Abdul Aziz. Sebenarnya Umar adalah seorang ulama, bahkan seorang mujtahid. Tapi ia besar di lingkungan istana Bani Umayyah, hidup dengan gaya hidup mereka, bukan gaya hidup seorang ulama. Ia bahkan menjadi trendsetter di lingkungan keluarga kerajaan. Shalat jamaah kadang ditunda karena ia masih sedang menyisir rambutnya.
Tapi begitu ia menjadi khalifah, tiba-tiba kesadaran spiritualnya justru tumbuh mendadak pada detik inagurasinya. Ia pun bertaubat. Sejak itu ia bertekad untuk berubah dan merubah dinasti Bani Umayyah. "Aku takut pada neraka," katanya menjelaskan rahasia perubahan itu kepada seorang ulama terbesar zamanya, pionir kodifikasi hadits, yang duduk di sampingnya, Al-Zuhri.
Ia memulai perubahan besar itu dari dalam dirinya sendiri, isteri, anak-anaknya, keluarga kerajaan, hingga seluruh rakyatnya. Kerja keras itu membuahkan hasil; walaupun hanya memerintah dalam waktu 2 tahun 5 bulan, tapi ia berhasil menggelar keadilan, kemakmuran dan kejayaan serta nuansa kehidupan zaman Khulafa' Rasyidin. Maka ia pun digelari Khalifah Rasyidin Kelima.
Tapi itu ada harganya. Fisiknya segera anjlok. Saat itulah isterinya datang membawa kejutan besar; menghadiahkan seorang gadis kepada suaminya untuk dinikahinya (lagi). Ironis, karena Umar sudah lama mencintai dan sangat menginginkan gadis itu, juga sebaliknya. Tapi isterinya, Fatimah, tidak pernah mengizinkannya; atas nama cinta dan cemburu. Sekarang, justru sang isterilah yang membawanya sebagai hadiah. Fatimah hanya ingin memberikan dukungan moril kepada suaminya.
Itu saat terindah dalam hidup Umar, sekaligus saat paling mengharu biru. Kenangan romantika sebelum saat perubahan bangkit kembali, dan menyalakan api cinta yang dulu pernah membakar segenap jiwanya. Tapi saat ini cinta hadir di jalan pertaubatannya, ketika cita-cita perubahannya belum selesai. Cinta dan cita bertemu atau bertarung, disini, di pelataran hati Sang Khalifah, Sang Pembaru.
Apa yang salah kalau Umar menikahi gadis itu? Tiada ada! Tapi, "Tidak! Ini tidak boleh terjadi. Saya benar-benar tidak merubah diri saya kalau saya masih harus kembali ke dunia perasaan semacam ini," kata Umar. Cinta yang terbelah dan tersublimasi diantara kesadaran psiko-spiritual, berujung dengan keagungan; Umar memenangkan cinta yang lain, karena memang ada cinta di atas cinta! Akhirnya ia menikahkan gadis itu dengan pemuda lain.
Tidak ada cinta yang mati disini. Karena sebelum meninggalkan rumah Umar, gadis itu bertanya dengan sendu, "Umar, dulu kamu pernah sangat mencintaiku. Tapi kemanakah cinta itu sekarang?" Umar bergetar haru, tapi ia kemudian menjawab, "Cinta itu masih tetap ada, bahkan kini rasanya jauh lebih dalam!" []
*Buku Serial Cinta - Anis Matta
http://www.pkspiyungan.org/2012/04/cinta-di-atas-cinta.html
READ MORE - Cinta di Atas Cinta
Rabu, 15 Februari 2012
Terjemah : Maulid Barzanji 2
Halaman Sebelumnya
YA ALLAH, HARUMKANLAH KUBURNYA YANG MULIA
DENGAN BAU-BAUAN YANG SEMERBAK DARI RAHMAT DAN SEJAHTERA
Dan apabila Nabi kita telah dikandung dua bulan oleh ibunya menurut
pernyataan ahli-ahli sejarah yang masyhur riwayatnya, maka wafatlah di negeri
Madinah, Sayidina Abdullah, ayahandanya. Dan keadaan wafatnya di sana: ia
sedang melalui kota itu lalu ia singgah di tempat ninda-ninda saudaranya, yaitu
keluarga Bani 'Adi dari suku Najjar, tiba-tiba ia mendapat sakit di sana
sebulan lamanya, lalu mereka pun telah merawatnya serta mencoba mengobati
penyakitnya, tetapi usaha mereka tiada berhasil seperti yang mereka harapkan,
lalu wafatlah Sayidina Abdullah di sana karena sudah sampai ajalnya, lalu di
sana juga mereka mengebumikannya.
Dan ketika Sitti Aminah telah sempurna mengandung Nabi saw. sembilan
bulan lamanya, menurut perkataan ahli-ahli Tarikh yang kuat keterangannya, pada
ketika itu juga telah mulai tiba musim akhir kemarau, tiba-tiba datanglah
kepada ibu Nabi saw. pada malam menjelang kelahirannya, Sitti Asiah dan Sitti
Mariam serta beberapa bidadari dari Surga, maka mulailah Sitti Aminah merasa
sakit untuk bersalin kemudian ia pun melahirkan Junjungan kita di dalam keadaan
dengan cahanya yang gilang-gemilang.
(BERDIRI)
Cahaya yang seperti matahari bersihnya
Menerangi malam dengan amat terangnya:
Malam yang dilahirkan Nabi kita didalamnya
Yang membawa agama yang nyata benarnya.
Maka karena itu dapatlah Sitti Aminah ibunya
kemegahan yang wanita lain tidak mendapatinya:
la membawa seorang putera untuk manusia sekalian:
Putera yang lebih mulia dari anak Mariam yang dara.
Kelahiran Nabi kita pada pandangan kafir umumnya
ialah suatu kedukaan yang terasa sangat berat.
Maka bertalu-talulah suara bersorak dengan riuhnya:
"Telah zahir Nabi pilihan; inilah kegembiraan yang sebenarnya."
Demikianlah keadaan dilahirkan Nabi kita itu dengan ringkas, dan
telah disetujui oleh ulama'-ulama' dan ketua-ketua Islam sekalian, bahwa
sangat patut kita berdiri ketika kita sampai di sini membacanya, ialah untuk
menunjukkan kesukaan kita kepada kelahiran Nabi dan cinta kepada dirinya, dan
juga untuk menandakan bahwa kita memuliakannya. Maka sungguh bertuahlah siapa
yang suka memuliakan Nabi s.a.w. itu sebagai tujuan hidupnya.
YA ALLAH, HARUMKANLAH KUBURNYA YANG MULIA
DENGAN BAU-BAUAN YANG SEMERBAK DARI RAHMAT DAN SEJAHTERA
Maka lahirlah Nabi kita Muhammad saw. itu dari bundanya dengan
meletakkan ke atas bumi dua belah tangannya, dan ia mendongakkan mukanya
kelangit serta terbuka matanya, keadaan begitu adalah sebagai menandakan
kemuliaannya dan ketinggiannya, serta kelebihan kelebihannya yang melebihi
makhluk lain semuanya. Dan juga yang demikian itu adalah menunjukkan bahwa ia
kekasih Allah yang dijadikan sangat indah perangainya dan bentuk rupanya.
Dan setelah dilahirkan Nabi s.a.w. itu maka segeralah Siti Aminah
ibunya memanggil Abdul Muthallib nindanya, dan ketika itu Abdul Muthallib ada
di Ka'abah sedang tawaf mengelilinginya, lalu apabila mendengar yang demikian
itu besarlah kegembiraannya. la pun datang melihat Nabi dengan segera, dan
kemudian ia membawa Nabi ke Ka'abah lalu masuk ke dalamnya, dan ia berdiri di
situ serta berdoa kepada Allah dengan niat bersihnya, dan ia bersyukur kepada
Allah karena telah dikurniakan seorang cucunda kepadanya.
Nabi kita Muhammad s.a.w. itu dilahirkan dengan sangat bersih
keadaannya, serta ia telah berkhitan dan telah terpotong pusatnya dari dalam
perut ibunya. Dan harum bau tubuhnya, serta berminyak rambutnya, serta tercelak
kedua matanya, adalah dengan kudrat dan kehendak Tuhannya. Inilah riwayat yang
masyhur walaupun ada sebagian ularna' yang lain mengatakan bahwa Nabi kita itu
telah dikhitan oleh Abdul Muttalib nindanya setelah Nabi sempurna tujuh malam
umurnya. Dan nindanya itu telah mengadakan majelis jamuan karena bersesuaian
dengannya, serta ia menamakan dia Muhammad dan memuliakan kedudukannya.
YA ALLAH, HARUMKANLAH KUBURNYA YANG MULIA
DENGAN BAU-BAUAN YANG SEMERBAK DARI RAHMAT DAN SEJAHTERA
Maka telah terjadilah beberapa kejadian yang mengherankan ketika
dilahirkan, dan yang demikian itu ialah sebagai tanda-tanda untuk menguatkan
iman kita bahwa Nabi itu dipilih oleh Allah untuk dijadikan NabiNya dan
RasuINya.
Satu dari perkara-perkara yang luar biasa itu sebagaimana yang
tersebut tadinya, ialah ketika dilahirkan Nabi kita maka malaikat-malaikat yang
menjaga langit telah ditambah bilangannya, supaya langit itu menjadi lebih
kukuh pemeliharaannya, dan telah dihalau dari langit segala jin-jin yang
ingkar dan syaitan-syaitan yang jahat kelakuannya, dan telah dilemparkan kepada
semua syaitan-syaitan yang hendak naik ke langit itu api yang membakar, dan
telah turun kepada Nabi kita beberapa bintang-bintang yang terang cahayanya,
dan dengan sebab ini teranglah pada malam itu Kota Mekah baik tanah ratanya
atau bukit-bukitnya.
Dan juga telah keluar bersama-sama Nabi saw. suatu cahaya yang
amat terang keadaannya, yang menerangi seluruh tempat dilahirkan Junjungan kita
saw., sama seperti cahaya lampu-lampu yang menerangi mahligai raja Romawi di
Syam negerinya. Maka dilihat cahaya itu oleh mereka-mereka yang tinggal di
Tanah Mekah.
Dan juga telah roboh istana raja Parsi di dalam negeri Iraq di
Kota Madain tempatnya. Maka istana yang roboh itu telah dibangun oleh raja
Parsi yang bernama Anusyarwan dengan megah, maka runtuh empat belas menara yang
tinggi dari menara-menaranya, dan telah berguncang kerajaan Parsi itu dengan
sebab terperanjat pada kejadian-kejadian yang dengan tiba-tiba menimpanya. Dan
beberapa api yang disembah oleh orang-orang kafir Parsi tiba-tiba padam pada
malam itu, padahal api itu dijaga oleh mereka dan tidak pernah padam dari
semenjak seribu tahun sebelumnya. Maka padamnya api itu ialah dengan sebab
terbitnya cahaya wajah Nabi s.a.w yang bersinar seperti terangnya bulan empat
belas.
Dan juga pada ketika itu keringlah air telaga yang bernama
Sa'awah yang terletak di antara negeri Hamdan dan Qom di dalam negeri Parsi.
Maka telaga itu jadi kering karena telah kering semua mata-airnya, tetapi
sebaliknya telah melimpah pula air pada lembah yang bernama Samawah padahal
biasanya lembah itu kering kerontang dan banyak batunya, serta tidak pernah
sebelum itu dapat dijumpai air di situ walaupun untuk menghilangkan dahaga
siapapun yang kering kerongkongannya.
Dilahirkan Junjungan kita saw. itu di suatu tempat yang dikenali
dengan nama Al 'Iraas di dalam negeri Mekah letaknya, dan Mekah itu ialah
negeri yang tidak boleh dipotong pohon pohonnya dan tidak boleh dicabut
rumput-rumputnya.
Maka telah sedikit berselisih pendapat ulama' Sejarah berkenaan
dilahirkannya Junjungan kita saw. itu tentang tahunnya, dan juga tentang
bulannya dan harinya. Tetapi pendapat yang kuat diantara pendapat-pendapat
tadinya, ialah Junjungan kita saw. itu telah dilahirkan pada hari Senin 12
Rabi'ul Awwal di dalam Tahun Gajah namanya, karena pada tahun itu raja negeri
Habsyah telah mencoba menyerang kota Mekah dengan menggunakan gajah-gajah yang
banyak jumlahnya. Tetapi Allah Ta'ala telah menyekat dan menghalang mereka
untuk sampai ke Mekah karena la memeliharanya.
YA ALLAH, HARUMKANLAH KUBURNYA YANG MULIA
DENGAN BAU-BAUAN YANG SEMERBAK DARI RAHMAT DAN SEJAHTERA
Bahwa Junjungan kita saw. itu disusui oleh ibunya selama beberapa
hari masanya, dan kemudian ia disusui oleh seorang perempuan yang bernama
Tsuwaibah dari kaum Aslam namanya. Tsuwaibah itu asalnya seorang budak
kepunyaan Abu Lahab tetapi Abu Lahab telah memerdekakannya, ketika Tsuwaibah
itu datang memberitahu akan kelahiran Junjungan kita itu kepadanya. Maka Abu
Lahab memerdekakan Tsuwaibah karena berita itu sangat menggembirakan hatinya.
Maka Tsuwaibah juga menyusui bersama Rasulullah anak lelakinya
sendiri Masruh namanya, dan juga seorang anak lelaki orang lain yaitu Abi
Salamah gelarannya, serta Tsuwaibah itu sangat memuliakan Nabi dan
menghormatinya. Dan sebelum itu Tsuwaibah juga telah menyusui Sayidina Hamzah
seorang paman Nabi saw. yang dipuji karena jasanya karena ia banyak menolong
dan mempertahankan Agama Islam serta membelanya.
Dan kemudian nanti pada ketika Nabi saw. telah menjadi Rasul dan
telah hijrah ke Madinah, Nabi mengirim kepada Tsuwaibah itu dari Madinah hadiah
uang dan pakaian yang layak baginya. Maka selalu hadiah itu datang dari Nabi
saw. kepada Tsuwaibah hingga Tsuwaibah menemui ajalnya.
Ada sebagian orang mengatakan bahwa Tsuwaibah berpegang terus
pada agama kaumnya, yaitu agama jahiliah hingga matinya, tetapi ada pula orang
yang mengatakan bahwa ia telah memeluk Islam sebelum akhir hayatnya, dan
perselisihan ini disebutkan dan diceritakan oleh lbnu Mandah yang terkenal
namanya.
Bahwa setelah Nabi saw. disusui oleh Tsuwaibah yang telah disebut
tadi, maka ia telah disusui pula oleh seorang perempuan muda yang digelari
Halimah As sa'diah, dan Halimah sebelum Nabi saw. disusui olehnya, ia telah
mencoba mencari upah dengan susah payah, untuk hendak menyusui siapa saja
anak-anak orang Mekah, tetapi telah ditolak oleh mereka dengan sebab
kemiskinannya. Tetapi ketika ia menyusui Rasulullah saw. maka ia menjadi lega
dan berkat kehidupannya, pada hari itu juga sebelum terbit matahari, setelah ia
menderita kepicikan dan kesusahan yang sulit ditanggung olehnya.
Maka Allah Ta'ala telah mengurniakan kepada Halimah itu air susu
yang banyak lagi putih dan bersih keadaannya. Maka menyusulah Nabi saw. akan
susu yang di sebelah kanannya, manakala seorang anak lain menyusu pula akan
susu yang di sebelah kirinya, lalu jadilah Halimah itu mewah dan senang
kehidupannya, padahal sebagaimana telah disebutkan tadi, keadaan Halimah
sebelum itu papa serta kurus dan lemah badannya. Bahkan menjadi gemuk seekor
unta dan beberapa ekor kambing yang dipelihara olehnya, dan hilanglah dari sisi
Halimah itu segala bala' dan kecelakaan dan sebagainya, bahkan sebaliknya
kehidupan Halimah itu telah diliputi oleh keadaan yang bertuah selanjutnya,
yaitu murah rezeki serta senang dan aman dengan sepenuhnya.
Sumber : http://www.mail-archive.com/wanita-muslimah@yahoogroups.com/msg41481.html
READ MORE - Terjemah : Maulid Barzanji 2
YA ALLAH, HARUMKANLAH KUBURNYA YANG MULIA
DENGAN BAU-BAUAN YANG SEMERBAK DARI RAHMAT DAN SEJAHTERA
Dan apabila Nabi kita telah dikandung dua bulan oleh ibunya menurut
pernyataan ahli-ahli sejarah yang masyhur riwayatnya, maka wafatlah di negeri
Madinah, Sayidina Abdullah, ayahandanya. Dan keadaan wafatnya di sana: ia
sedang melalui kota itu lalu ia singgah di tempat ninda-ninda saudaranya, yaitu
keluarga Bani 'Adi dari suku Najjar, tiba-tiba ia mendapat sakit di sana
sebulan lamanya, lalu mereka pun telah merawatnya serta mencoba mengobati
penyakitnya, tetapi usaha mereka tiada berhasil seperti yang mereka harapkan,
lalu wafatlah Sayidina Abdullah di sana karena sudah sampai ajalnya, lalu di
sana juga mereka mengebumikannya.
Dan ketika Sitti Aminah telah sempurna mengandung Nabi saw. sembilan
bulan lamanya, menurut perkataan ahli-ahli Tarikh yang kuat keterangannya, pada
ketika itu juga telah mulai tiba musim akhir kemarau, tiba-tiba datanglah
kepada ibu Nabi saw. pada malam menjelang kelahirannya, Sitti Asiah dan Sitti
Mariam serta beberapa bidadari dari Surga, maka mulailah Sitti Aminah merasa
sakit untuk bersalin kemudian ia pun melahirkan Junjungan kita di dalam keadaan
dengan cahanya yang gilang-gemilang.
(BERDIRI)
Cahaya yang seperti matahari bersihnya
Menerangi malam dengan amat terangnya:
Malam yang dilahirkan Nabi kita didalamnya
Yang membawa agama yang nyata benarnya.
Maka karena itu dapatlah Sitti Aminah ibunya
kemegahan yang wanita lain tidak mendapatinya:
la membawa seorang putera untuk manusia sekalian:
Putera yang lebih mulia dari anak Mariam yang dara.
Kelahiran Nabi kita pada pandangan kafir umumnya
ialah suatu kedukaan yang terasa sangat berat.
Maka bertalu-talulah suara bersorak dengan riuhnya:
"Telah zahir Nabi pilihan; inilah kegembiraan yang sebenarnya."
Demikianlah keadaan dilahirkan Nabi kita itu dengan ringkas, dan
telah disetujui oleh ulama'-ulama' dan ketua-ketua Islam sekalian, bahwa
sangat patut kita berdiri ketika kita sampai di sini membacanya, ialah untuk
menunjukkan kesukaan kita kepada kelahiran Nabi dan cinta kepada dirinya, dan
juga untuk menandakan bahwa kita memuliakannya. Maka sungguh bertuahlah siapa
yang suka memuliakan Nabi s.a.w. itu sebagai tujuan hidupnya.
YA ALLAH, HARUMKANLAH KUBURNYA YANG MULIA
DENGAN BAU-BAUAN YANG SEMERBAK DARI RAHMAT DAN SEJAHTERA
Maka lahirlah Nabi kita Muhammad saw. itu dari bundanya dengan
meletakkan ke atas bumi dua belah tangannya, dan ia mendongakkan mukanya
kelangit serta terbuka matanya, keadaan begitu adalah sebagai menandakan
kemuliaannya dan ketinggiannya, serta kelebihan kelebihannya yang melebihi
makhluk lain semuanya. Dan juga yang demikian itu adalah menunjukkan bahwa ia
kekasih Allah yang dijadikan sangat indah perangainya dan bentuk rupanya.
Dan setelah dilahirkan Nabi s.a.w. itu maka segeralah Siti Aminah
ibunya memanggil Abdul Muthallib nindanya, dan ketika itu Abdul Muthallib ada
di Ka'abah sedang tawaf mengelilinginya, lalu apabila mendengar yang demikian
itu besarlah kegembiraannya. la pun datang melihat Nabi dengan segera, dan
kemudian ia membawa Nabi ke Ka'abah lalu masuk ke dalamnya, dan ia berdiri di
situ serta berdoa kepada Allah dengan niat bersihnya, dan ia bersyukur kepada
Allah karena telah dikurniakan seorang cucunda kepadanya.
Nabi kita Muhammad s.a.w. itu dilahirkan dengan sangat bersih
keadaannya, serta ia telah berkhitan dan telah terpotong pusatnya dari dalam
perut ibunya. Dan harum bau tubuhnya, serta berminyak rambutnya, serta tercelak
kedua matanya, adalah dengan kudrat dan kehendak Tuhannya. Inilah riwayat yang
masyhur walaupun ada sebagian ularna' yang lain mengatakan bahwa Nabi kita itu
telah dikhitan oleh Abdul Muttalib nindanya setelah Nabi sempurna tujuh malam
umurnya. Dan nindanya itu telah mengadakan majelis jamuan karena bersesuaian
dengannya, serta ia menamakan dia Muhammad dan memuliakan kedudukannya.
YA ALLAH, HARUMKANLAH KUBURNYA YANG MULIA
DENGAN BAU-BAUAN YANG SEMERBAK DARI RAHMAT DAN SEJAHTERA
Maka telah terjadilah beberapa kejadian yang mengherankan ketika
dilahirkan, dan yang demikian itu ialah sebagai tanda-tanda untuk menguatkan
iman kita bahwa Nabi itu dipilih oleh Allah untuk dijadikan NabiNya dan
RasuINya.
Satu dari perkara-perkara yang luar biasa itu sebagaimana yang
tersebut tadinya, ialah ketika dilahirkan Nabi kita maka malaikat-malaikat yang
menjaga langit telah ditambah bilangannya, supaya langit itu menjadi lebih
kukuh pemeliharaannya, dan telah dihalau dari langit segala jin-jin yang
ingkar dan syaitan-syaitan yang jahat kelakuannya, dan telah dilemparkan kepada
semua syaitan-syaitan yang hendak naik ke langit itu api yang membakar, dan
telah turun kepada Nabi kita beberapa bintang-bintang yang terang cahayanya,
dan dengan sebab ini teranglah pada malam itu Kota Mekah baik tanah ratanya
atau bukit-bukitnya.
Dan juga telah keluar bersama-sama Nabi saw. suatu cahaya yang
amat terang keadaannya, yang menerangi seluruh tempat dilahirkan Junjungan kita
saw., sama seperti cahaya lampu-lampu yang menerangi mahligai raja Romawi di
Syam negerinya. Maka dilihat cahaya itu oleh mereka-mereka yang tinggal di
Tanah Mekah.
Dan juga telah roboh istana raja Parsi di dalam negeri Iraq di
Kota Madain tempatnya. Maka istana yang roboh itu telah dibangun oleh raja
Parsi yang bernama Anusyarwan dengan megah, maka runtuh empat belas menara yang
tinggi dari menara-menaranya, dan telah berguncang kerajaan Parsi itu dengan
sebab terperanjat pada kejadian-kejadian yang dengan tiba-tiba menimpanya. Dan
beberapa api yang disembah oleh orang-orang kafir Parsi tiba-tiba padam pada
malam itu, padahal api itu dijaga oleh mereka dan tidak pernah padam dari
semenjak seribu tahun sebelumnya. Maka padamnya api itu ialah dengan sebab
terbitnya cahaya wajah Nabi s.a.w yang bersinar seperti terangnya bulan empat
belas.
Dan juga pada ketika itu keringlah air telaga yang bernama
Sa'awah yang terletak di antara negeri Hamdan dan Qom di dalam negeri Parsi.
Maka telaga itu jadi kering karena telah kering semua mata-airnya, tetapi
sebaliknya telah melimpah pula air pada lembah yang bernama Samawah padahal
biasanya lembah itu kering kerontang dan banyak batunya, serta tidak pernah
sebelum itu dapat dijumpai air di situ walaupun untuk menghilangkan dahaga
siapapun yang kering kerongkongannya.
Dilahirkan Junjungan kita saw. itu di suatu tempat yang dikenali
dengan nama Al 'Iraas di dalam negeri Mekah letaknya, dan Mekah itu ialah
negeri yang tidak boleh dipotong pohon pohonnya dan tidak boleh dicabut
rumput-rumputnya.
Maka telah sedikit berselisih pendapat ulama' Sejarah berkenaan
dilahirkannya Junjungan kita saw. itu tentang tahunnya, dan juga tentang
bulannya dan harinya. Tetapi pendapat yang kuat diantara pendapat-pendapat
tadinya, ialah Junjungan kita saw. itu telah dilahirkan pada hari Senin 12
Rabi'ul Awwal di dalam Tahun Gajah namanya, karena pada tahun itu raja negeri
Habsyah telah mencoba menyerang kota Mekah dengan menggunakan gajah-gajah yang
banyak jumlahnya. Tetapi Allah Ta'ala telah menyekat dan menghalang mereka
untuk sampai ke Mekah karena la memeliharanya.
YA ALLAH, HARUMKANLAH KUBURNYA YANG MULIA
DENGAN BAU-BAUAN YANG SEMERBAK DARI RAHMAT DAN SEJAHTERA
Bahwa Junjungan kita saw. itu disusui oleh ibunya selama beberapa
hari masanya, dan kemudian ia disusui oleh seorang perempuan yang bernama
Tsuwaibah dari kaum Aslam namanya. Tsuwaibah itu asalnya seorang budak
kepunyaan Abu Lahab tetapi Abu Lahab telah memerdekakannya, ketika Tsuwaibah
itu datang memberitahu akan kelahiran Junjungan kita itu kepadanya. Maka Abu
Lahab memerdekakan Tsuwaibah karena berita itu sangat menggembirakan hatinya.
Maka Tsuwaibah juga menyusui bersama Rasulullah anak lelakinya
sendiri Masruh namanya, dan juga seorang anak lelaki orang lain yaitu Abi
Salamah gelarannya, serta Tsuwaibah itu sangat memuliakan Nabi dan
menghormatinya. Dan sebelum itu Tsuwaibah juga telah menyusui Sayidina Hamzah
seorang paman Nabi saw. yang dipuji karena jasanya karena ia banyak menolong
dan mempertahankan Agama Islam serta membelanya.
Dan kemudian nanti pada ketika Nabi saw. telah menjadi Rasul dan
telah hijrah ke Madinah, Nabi mengirim kepada Tsuwaibah itu dari Madinah hadiah
uang dan pakaian yang layak baginya. Maka selalu hadiah itu datang dari Nabi
saw. kepada Tsuwaibah hingga Tsuwaibah menemui ajalnya.
Ada sebagian orang mengatakan bahwa Tsuwaibah berpegang terus
pada agama kaumnya, yaitu agama jahiliah hingga matinya, tetapi ada pula orang
yang mengatakan bahwa ia telah memeluk Islam sebelum akhir hayatnya, dan
perselisihan ini disebutkan dan diceritakan oleh lbnu Mandah yang terkenal
namanya.
Bahwa setelah Nabi saw. disusui oleh Tsuwaibah yang telah disebut
tadi, maka ia telah disusui pula oleh seorang perempuan muda yang digelari
Halimah As sa'diah, dan Halimah sebelum Nabi saw. disusui olehnya, ia telah
mencoba mencari upah dengan susah payah, untuk hendak menyusui siapa saja
anak-anak orang Mekah, tetapi telah ditolak oleh mereka dengan sebab
kemiskinannya. Tetapi ketika ia menyusui Rasulullah saw. maka ia menjadi lega
dan berkat kehidupannya, pada hari itu juga sebelum terbit matahari, setelah ia
menderita kepicikan dan kesusahan yang sulit ditanggung olehnya.
Maka Allah Ta'ala telah mengurniakan kepada Halimah itu air susu
yang banyak lagi putih dan bersih keadaannya. Maka menyusulah Nabi saw. akan
susu yang di sebelah kanannya, manakala seorang anak lain menyusu pula akan
susu yang di sebelah kirinya, lalu jadilah Halimah itu mewah dan senang
kehidupannya, padahal sebagaimana telah disebutkan tadi, keadaan Halimah
sebelum itu papa serta kurus dan lemah badannya. Bahkan menjadi gemuk seekor
unta dan beberapa ekor kambing yang dipelihara olehnya, dan hilanglah dari sisi
Halimah itu segala bala' dan kecelakaan dan sebagainya, bahkan sebaliknya
kehidupan Halimah itu telah diliputi oleh keadaan yang bertuah selanjutnya,
yaitu murah rezeki serta senang dan aman dengan sepenuhnya.
Sumber : http://www.mail-archive.com/wanita-muslimah@yahoogroups.com/msg41481.html
Terjemah : Maulid Barzanji 1
Alhamdulillah, mari kita membaca tentang Rasulullah saw. melalui maulid yang
disusun oleh Sayid Syeikh Ja'far Al Barzanji yang diterjemah ke dalam Bahasa
Melayu oleh alm. Sayid Syeikh Thaha bin Fadhlullah As Suhaimi, Ketua Mufti
Negara Singapura.
======================================================
DENGAN NAMA ALLAH YANG MAHA PEMURAH LAGI MAHA PENYAYANG
Aku mulakan riwayat Maulid ini dengan nama Allah yang Maha Tinggi
derajatNya, dengan hal keadaanku mengharapkan limpah berkat pada segala apa
yang dikurniakan kepada ku olehNya, dan juga aku mengucapkan sepenuh penuh
kepujian dengan segala senang hatiku kepadaNya, ialah karena aku syukur
kepadaNya dengan syukur yang seelok-eloknya.
Dan lagi aku memohon kepadaNya muga-muga la mengurniakan
kesejahteraan dan rahmatNya, kepada Nur yang la telah jadikan terdahulu
daripada segala makhluk yang lainnya, yaitulah Nur yang telah berpindah-pindah
daripada satu dahi kepada satu dahi yang mulia keadaannya, yaitulah dahi
moyang-moyang Nabi kita Muhammad Sall-Allahu alaihi-wa-sallam sehingga kepada
dahi Abdullah ayahandanya.
Dan aku memohon lagi kepada Allah muga-muga Ia mengurniakan
keredhaanNya, kepada keluarga Nabi kita itu khasnya, dan kepada
sahabat-sahabatnya dan sekalian orang-orang Islam amnya.
Dan pula aku memohon kepada Allah yang maha sempurna zatNya dan
segala sifat-sifatNya, muga-muga la mengurniakan kepada kita sekalian petunjuk
kepada jslan yang terang lagi nyata benarnya. Dan lagi aku memohon kepadaNya
muga-muga la memelihara kita daripada kesesatan pada langkah-langkah kita
kesemuanya.
Setelah apa yang tersebut itu maka sekarang aku bentangkan kisah
sejarah hidup Nabi kita Muhammad s.a.w. dengan ringkasnya, dan aku susunnya
dengan menyatakan mula-mula sekali nasab keturunannya yang menyenangkan siapa
yang mendengarnya, dan aku meminta tolong kepada Allah Ta'ala yang Maha Kuasa
dan Maha Kuat sifatNya karena bahwasanya tiada daya dan tiada upaya melainkan
semata-mata pada Allah jua letaknya.
YA ALLAH, HARUMKANLAH KUBURNYA YANG MULIA
DENGAN BAU-BAUAN YANG SEMERBAK DARI RAHMAT DAN SEJAHTERA
Aku nyatakan bahwa Nur yang tersebut tadi itu akhirnya telah
menjadilah Penghulu kita Saiyidina Muhammad muga-muga Allah kurniakan
kesejahteraan kepadanya. Saiyidina Muhammad itu ialah anak Abdullah, dan
Abdullah itu anak Abdul Muttalib maka Abdul Muttalib itu juga digelarkan oleh
orang sebagai Syaibatul Hamd namanya. Dan Abdul Muttalib itu anak Hasyim yang
digelarkan Amr anak Abdi Manaf yang juga dinamakan AI mughirah anak Qusai dan
Qusai ini Mujamma' gelarannya. Perkataan Qusai ini asal maknanya ialah
Kejauhan karena ia tinggal di Mekah pada mula-mulanya. Tetapi ketika kecilnya
lagi ia telah dibawa pindah oleh ibunya ke negeri Qudhaa'ah yang jauh
letaknya. Tetapi akhirnya ia telah dikembalikan oleh Allah ke negeri Mekah
yang dimuliakan tanahnya. Lalu ia pun telah menjaga negeri Mekah itu dengan
seteguh-teguhnya.
Maka Qusai itu ialah anak Kilab yang juga dinamakan Hakim anak
Murrah anak Ka'ab anak Lu-ai anak Ghalib anak Fihir yang juga disebutkan
Quraish namanya. Dan nama Quraish inilah dipakai bagi kaum Quraish itu yang
mengandungi anak cucunya. Tetapi sebelum kaum itu dinamakan Quraish maka
Kinanilah namanya, sebagaimana yang telah dikatakan oleh banyak pakar- pakar
nasab yang luas pengetahuannya. Dan mereka itu telah tetap berkepercayaan dan
berpuas hati bahwa begitulah keadaannya. Dan Fihir atau Quraisy itu pula anak
Malik yang ialah pula anak Nadhar anak Kinaanah anak Khuzaimah anak Mudrikah
anak Ilyas seterusnya.
Dan Ilyas inilah orang yang mula-mula sekali menghadiahkan
unta-unta kepada Tanah Haram Mekah untuk ia membuat kurban akannya. Dan telah
didengar oleh orang dari dalam tulang sulbi Ilyas itu akan suara Nabi kita
Muhammad s.a.w. menyebut-nyebut dan memuji-muji Allah Ta'ala dan mengucap
talbiah kepadaNya. Ilyas itu pula anak Nizar anak Ma'ad anak Adnan dan
begitulah nasab itu susunannya.
Maka susunan keturunan atau nasab Rasulullah s.a.w. ini mengikut
sebagaimana yang dinyatakan oleh Hadith Nabi kita s.a.w. yang benar
keadaannya. Dan Adnan itu nasabnya bersambung hingga kepada seorang kekasih
Allah yaitulah Nabi Ibrahim moga-moga Allah cucurkan rahmat keatasnya. Tetapi
Nabi kita telah melarang dan menahan supaya jangan disebutkan satu persatu
nama ninda-nindanya yang daripada Adnan hingga kepada Nabi Ibrahim moyangnya.
Tetapi tidak syak lagi di sisi ahli-ahli yang mahir berkenaan keturunan Nabi
kita itu atau nasabnya, bahwa Adnan itu ialah keturunan dari Nabi Ismail
moga-moga Allah kurniakan kesejahteraan kepadanya.
Dan Nabi Ismail itu pula ialah seorang putera Nabi Ibrahim yang
terkenal kelebihannya. Maka sungguh cemerlang keturunan itu seolah-olah
bagaikan seutas rantai yang ditatah oleh permata-permata yang gemerlapan
seperti bintang-bintang indahnya. Betapa tidak karena bukankah Penghulu kita
saw. itu menjadi permata yang terpilih yang berada ditengah-tengahnya, dan
walaupun dia asalnya seorang yatim tetapi Allah Ta'ala telah memeliharanya.
Alangkah mulia keturunan yang tersebut itu yang kesemuanya telah dipelihara
oleh Allah dari kejahatan zina di masa jahiliah dahulunya.
Adapun keterangan ini ada diriwayatkan oleh Syeikh Zainuddin
seorang Iraq bangsanya, didalam sebuah karangan yang lezat ceteranya.
Maka untuk memuliakan Nabi kita s.a.w. dan memeliharanya itulah
sebabnya Allah Ta'ala telah memelihara seluruh nenek moyangnya, dari melakukan
maksiat zina yang sangat keji adanya. Maka oleh karena itu tidaklah kekejian
zina itu mengenai nasabnya. Kesemua datuk nenek Nabi saw. dari Nabi Adam hingga
kepada ayahandanya Abdullah dan bundanya Aminah tidak pernah melakukan zina
sekaliannya.
Maka cahaya kenabian Nabi kita itu telah berpindah-pindah pada
tiap-tiap dahi nenek moyangnya itu dengan nyatanya. Dan semakin ternyata
cahaya itu seumpama bulan purnama pada dahi Abdul Muttalib datuknya dan pada
dahi Abdullah bapaknya
YA ALLAH, HARUMKANLAH KUBURNYA YANG MULIA
DENGAN BAU-BAUAN YANG SEMERBAK DARI RAHMAT DAN SEJAHTERA
Dan apakala Allah Ta'ala berkehendak menjadikan Nur yang tersebut
itu sebagai RasuINya, yang dinamakan Muhammad dengan mempunyai roh dan jasad
serta sifat-sifatnya, maka Allah Ta'ala pun memindahkan cahaya itu dari
Saiyidina Abdullah ayahandanya, kepada rahim Sitti Aminah Az-zuhriah bundanya.
Dan Allah Ta'ala yang senantiasa dekat pada mereka yang taat kepadaNya, dan
yang memperkenalkan doa mereka yang berdoa dengan bersungguh-sungguh
kepadaNya, telah menentukan bahwa Sitti Aminah itulah yang menjadi ibu bagi
Nabi PilihanNya, serta sekalian Malaikat telah berseru-sera mernberitahu
kepada segala petala langit dan bumi dengan lantangnya, berkenaan
mengandungnya Sitti Aminah akan Nur Nabi Allah itu dan Pesuruh-Nya.
Dan mereka yang telah mengetahui akan kedatangan Nabi saw., itu
serta menunggu-nunggunya, telah merasa sangat sukacita dan bertambah tambah
rindu terhadap kezahirannya, seolah-olah perasaan mereka seperti ketika angin
sepoi-sepoi bahasa bertiup pada waktu subuh dengan lembutnya, yang menjadikan
mereka rindu kepada matahari yang akan terbit kemudiannya. Dan jadilah subur
segala tumbuh tumbuhan di Tanah Mekah setelah beberapa lama keringnya, laksana
bumi dipakai dengan pakaian yang hijau yaitu Sundus namanya. Dan pada masa itu
juga buah-buahan telah mulai menjadi ranum rasanya, dan telah hampirlah masa
tuan-tuan empunya pohon buah-buahan itu memetiknya.
Dan pula berkenaan mengandungnya Siti Aminah itu maka segala
singgasana raja-raja kafir pada ketika itu telah runtuhlah dengan
sekonyong-konyongnya, dan pula segala berhala-berhala telah tersungkur ke atas
mukanya dan mulutnya, dan segala binatang-binatang jinak dan liar baik di
darat atau di taut telah berasa amat sukacitanya, ialah dengan sebab segala
binatang-binatang itu telah menerima berita berkenaan Junjungan kita s.a.w. itu
sudah dikandung oleh Sitti Aminah yang bertuah nasibnya. Bahkan lain-lain
makhluk juga pada masa itu telah merasai lezat kesukaan dengan amat
gembiranya, umpama dapat minum segelas air yang sangat menyegarkan rasanya.
Dan pula segala jin-jin telah diberitahu akan kabar yang
menyenangkan itu dengan jelasnya, tetapi pula sekalian tukang tukang tilik dan
ahli-ahli sihir telah berasa lemah dengan gemetarnya, dan demikian juga
ulama'-ulama' Nasrani telah takut dan bimbang ialah dengan sebab telah dekat
masa kedatangannya.
Dan telah sibuklah sekalian orang-orang yang mengetahui hal itu
bercakap-cakap dan bertanya-tanya berkenaannya, dan mereka itu telah
tercengang dan heran mendengarkan berita-berita tentang keelokan
sifat-sifatnya, sebagaimana yang ada seperti di dalam Kitab kitab Suci yang
dahulu seperti Taurat dan Injil dan sebagainya.
Dan ketika Sitti Aminah yang mengandung itu sedang tidur tiba
tiba datanglah suatu wujud kepadanya; lalu wujud itu berkata: "Hai Aminah
sesungguhnya engkau telah mengandung Penghulu sekalian manusia dan sebaik-baik
makhluk adanya. Dan apabila engkau sudah melahirkan dia nanti dengan selamat,
maka engkau namakanlah dia Muhammad yang berarti seorang yang terpuji ialah
karena ia akan dipuji kesudahannya."
Sumber : http://www.mail-archive.com/wanita-muslimah@yahoogroups.com/msg41418.html
READ MORE - Terjemah : Maulid Barzanji 1
disusun oleh Sayid Syeikh Ja'far Al Barzanji yang diterjemah ke dalam Bahasa
Melayu oleh alm. Sayid Syeikh Thaha bin Fadhlullah As Suhaimi, Ketua Mufti
Negara Singapura.
======================================================
DENGAN NAMA ALLAH YANG MAHA PEMURAH LAGI MAHA PENYAYANG
Aku mulakan riwayat Maulid ini dengan nama Allah yang Maha Tinggi
derajatNya, dengan hal keadaanku mengharapkan limpah berkat pada segala apa
yang dikurniakan kepada ku olehNya, dan juga aku mengucapkan sepenuh penuh
kepujian dengan segala senang hatiku kepadaNya, ialah karena aku syukur
kepadaNya dengan syukur yang seelok-eloknya.
Dan lagi aku memohon kepadaNya muga-muga la mengurniakan
kesejahteraan dan rahmatNya, kepada Nur yang la telah jadikan terdahulu
daripada segala makhluk yang lainnya, yaitulah Nur yang telah berpindah-pindah
daripada satu dahi kepada satu dahi yang mulia keadaannya, yaitulah dahi
moyang-moyang Nabi kita Muhammad Sall-Allahu alaihi-wa-sallam sehingga kepada
dahi Abdullah ayahandanya.
Dan aku memohon lagi kepada Allah muga-muga Ia mengurniakan
keredhaanNya, kepada keluarga Nabi kita itu khasnya, dan kepada
sahabat-sahabatnya dan sekalian orang-orang Islam amnya.
Dan pula aku memohon kepada Allah yang maha sempurna zatNya dan
segala sifat-sifatNya, muga-muga la mengurniakan kepada kita sekalian petunjuk
kepada jslan yang terang lagi nyata benarnya. Dan lagi aku memohon kepadaNya
muga-muga la memelihara kita daripada kesesatan pada langkah-langkah kita
kesemuanya.
Setelah apa yang tersebut itu maka sekarang aku bentangkan kisah
sejarah hidup Nabi kita Muhammad s.a.w. dengan ringkasnya, dan aku susunnya
dengan menyatakan mula-mula sekali nasab keturunannya yang menyenangkan siapa
yang mendengarnya, dan aku meminta tolong kepada Allah Ta'ala yang Maha Kuasa
dan Maha Kuat sifatNya karena bahwasanya tiada daya dan tiada upaya melainkan
semata-mata pada Allah jua letaknya.
YA ALLAH, HARUMKANLAH KUBURNYA YANG MULIA
DENGAN BAU-BAUAN YANG SEMERBAK DARI RAHMAT DAN SEJAHTERA
Aku nyatakan bahwa Nur yang tersebut tadi itu akhirnya telah
menjadilah Penghulu kita Saiyidina Muhammad muga-muga Allah kurniakan
kesejahteraan kepadanya. Saiyidina Muhammad itu ialah anak Abdullah, dan
Abdullah itu anak Abdul Muttalib maka Abdul Muttalib itu juga digelarkan oleh
orang sebagai Syaibatul Hamd namanya. Dan Abdul Muttalib itu anak Hasyim yang
digelarkan Amr anak Abdi Manaf yang juga dinamakan AI mughirah anak Qusai dan
Qusai ini Mujamma' gelarannya. Perkataan Qusai ini asal maknanya ialah
Kejauhan karena ia tinggal di Mekah pada mula-mulanya. Tetapi ketika kecilnya
lagi ia telah dibawa pindah oleh ibunya ke negeri Qudhaa'ah yang jauh
letaknya. Tetapi akhirnya ia telah dikembalikan oleh Allah ke negeri Mekah
yang dimuliakan tanahnya. Lalu ia pun telah menjaga negeri Mekah itu dengan
seteguh-teguhnya.
Maka Qusai itu ialah anak Kilab yang juga dinamakan Hakim anak
Murrah anak Ka'ab anak Lu-ai anak Ghalib anak Fihir yang juga disebutkan
Quraish namanya. Dan nama Quraish inilah dipakai bagi kaum Quraish itu yang
mengandungi anak cucunya. Tetapi sebelum kaum itu dinamakan Quraish maka
Kinanilah namanya, sebagaimana yang telah dikatakan oleh banyak pakar- pakar
nasab yang luas pengetahuannya. Dan mereka itu telah tetap berkepercayaan dan
berpuas hati bahwa begitulah keadaannya. Dan Fihir atau Quraisy itu pula anak
Malik yang ialah pula anak Nadhar anak Kinaanah anak Khuzaimah anak Mudrikah
anak Ilyas seterusnya.
Dan Ilyas inilah orang yang mula-mula sekali menghadiahkan
unta-unta kepada Tanah Haram Mekah untuk ia membuat kurban akannya. Dan telah
didengar oleh orang dari dalam tulang sulbi Ilyas itu akan suara Nabi kita
Muhammad s.a.w. menyebut-nyebut dan memuji-muji Allah Ta'ala dan mengucap
talbiah kepadaNya. Ilyas itu pula anak Nizar anak Ma'ad anak Adnan dan
begitulah nasab itu susunannya.
Maka susunan keturunan atau nasab Rasulullah s.a.w. ini mengikut
sebagaimana yang dinyatakan oleh Hadith Nabi kita s.a.w. yang benar
keadaannya. Dan Adnan itu nasabnya bersambung hingga kepada seorang kekasih
Allah yaitulah Nabi Ibrahim moga-moga Allah cucurkan rahmat keatasnya. Tetapi
Nabi kita telah melarang dan menahan supaya jangan disebutkan satu persatu
nama ninda-nindanya yang daripada Adnan hingga kepada Nabi Ibrahim moyangnya.
Tetapi tidak syak lagi di sisi ahli-ahli yang mahir berkenaan keturunan Nabi
kita itu atau nasabnya, bahwa Adnan itu ialah keturunan dari Nabi Ismail
moga-moga Allah kurniakan kesejahteraan kepadanya.
Dan Nabi Ismail itu pula ialah seorang putera Nabi Ibrahim yang
terkenal kelebihannya. Maka sungguh cemerlang keturunan itu seolah-olah
bagaikan seutas rantai yang ditatah oleh permata-permata yang gemerlapan
seperti bintang-bintang indahnya. Betapa tidak karena bukankah Penghulu kita
saw. itu menjadi permata yang terpilih yang berada ditengah-tengahnya, dan
walaupun dia asalnya seorang yatim tetapi Allah Ta'ala telah memeliharanya.
Alangkah mulia keturunan yang tersebut itu yang kesemuanya telah dipelihara
oleh Allah dari kejahatan zina di masa jahiliah dahulunya.
Adapun keterangan ini ada diriwayatkan oleh Syeikh Zainuddin
seorang Iraq bangsanya, didalam sebuah karangan yang lezat ceteranya.
Maka untuk memuliakan Nabi kita s.a.w. dan memeliharanya itulah
sebabnya Allah Ta'ala telah memelihara seluruh nenek moyangnya, dari melakukan
maksiat zina yang sangat keji adanya. Maka oleh karena itu tidaklah kekejian
zina itu mengenai nasabnya. Kesemua datuk nenek Nabi saw. dari Nabi Adam hingga
kepada ayahandanya Abdullah dan bundanya Aminah tidak pernah melakukan zina
sekaliannya.
Maka cahaya kenabian Nabi kita itu telah berpindah-pindah pada
tiap-tiap dahi nenek moyangnya itu dengan nyatanya. Dan semakin ternyata
cahaya itu seumpama bulan purnama pada dahi Abdul Muttalib datuknya dan pada
dahi Abdullah bapaknya
YA ALLAH, HARUMKANLAH KUBURNYA YANG MULIA
DENGAN BAU-BAUAN YANG SEMERBAK DARI RAHMAT DAN SEJAHTERA
Dan apakala Allah Ta'ala berkehendak menjadikan Nur yang tersebut
itu sebagai RasuINya, yang dinamakan Muhammad dengan mempunyai roh dan jasad
serta sifat-sifatnya, maka Allah Ta'ala pun memindahkan cahaya itu dari
Saiyidina Abdullah ayahandanya, kepada rahim Sitti Aminah Az-zuhriah bundanya.
Dan Allah Ta'ala yang senantiasa dekat pada mereka yang taat kepadaNya, dan
yang memperkenalkan doa mereka yang berdoa dengan bersungguh-sungguh
kepadaNya, telah menentukan bahwa Sitti Aminah itulah yang menjadi ibu bagi
Nabi PilihanNya, serta sekalian Malaikat telah berseru-sera mernberitahu
kepada segala petala langit dan bumi dengan lantangnya, berkenaan
mengandungnya Sitti Aminah akan Nur Nabi Allah itu dan Pesuruh-Nya.
Dan mereka yang telah mengetahui akan kedatangan Nabi saw., itu
serta menunggu-nunggunya, telah merasa sangat sukacita dan bertambah tambah
rindu terhadap kezahirannya, seolah-olah perasaan mereka seperti ketika angin
sepoi-sepoi bahasa bertiup pada waktu subuh dengan lembutnya, yang menjadikan
mereka rindu kepada matahari yang akan terbit kemudiannya. Dan jadilah subur
segala tumbuh tumbuhan di Tanah Mekah setelah beberapa lama keringnya, laksana
bumi dipakai dengan pakaian yang hijau yaitu Sundus namanya. Dan pada masa itu
juga buah-buahan telah mulai menjadi ranum rasanya, dan telah hampirlah masa
tuan-tuan empunya pohon buah-buahan itu memetiknya.
Dan pula berkenaan mengandungnya Siti Aminah itu maka segala
singgasana raja-raja kafir pada ketika itu telah runtuhlah dengan
sekonyong-konyongnya, dan pula segala berhala-berhala telah tersungkur ke atas
mukanya dan mulutnya, dan segala binatang-binatang jinak dan liar baik di
darat atau di taut telah berasa amat sukacitanya, ialah dengan sebab segala
binatang-binatang itu telah menerima berita berkenaan Junjungan kita s.a.w. itu
sudah dikandung oleh Sitti Aminah yang bertuah nasibnya. Bahkan lain-lain
makhluk juga pada masa itu telah merasai lezat kesukaan dengan amat
gembiranya, umpama dapat minum segelas air yang sangat menyegarkan rasanya.
Dan pula segala jin-jin telah diberitahu akan kabar yang
menyenangkan itu dengan jelasnya, tetapi pula sekalian tukang tukang tilik dan
ahli-ahli sihir telah berasa lemah dengan gemetarnya, dan demikian juga
ulama'-ulama' Nasrani telah takut dan bimbang ialah dengan sebab telah dekat
masa kedatangannya.
Dan telah sibuklah sekalian orang-orang yang mengetahui hal itu
bercakap-cakap dan bertanya-tanya berkenaannya, dan mereka itu telah
tercengang dan heran mendengarkan berita-berita tentang keelokan
sifat-sifatnya, sebagaimana yang ada seperti di dalam Kitab kitab Suci yang
dahulu seperti Taurat dan Injil dan sebagainya.
Dan ketika Sitti Aminah yang mengandung itu sedang tidur tiba
tiba datanglah suatu wujud kepadanya; lalu wujud itu berkata: "Hai Aminah
sesungguhnya engkau telah mengandung Penghulu sekalian manusia dan sebaik-baik
makhluk adanya. Dan apabila engkau sudah melahirkan dia nanti dengan selamat,
maka engkau namakanlah dia Muhammad yang berarti seorang yang terpuji ialah
karena ia akan dipuji kesudahannya."
Sumber : http://www.mail-archive.com/wanita-muslimah@yahoogroups.com/msg41418.html
Sabtu, 11 Februari 2012
Danau Vostok: Kapsul waktu Antarktika yang telah berusia 15 juta tahun
Setelah 20 tahun pengeboran, ilmuwan Rusia akhirnya mencapai sebuah danau kuno terkubur di bawah 2 kilometer dari es. Apakah itu yang ditunggu?
Gambar seorang laki-laki di kamp penelitian Vostock di Antarktika pada tahun 2006: Para peneliti melakukan pengeboran es kutub 2 mil hingga mencapai sub-gletser purba.
Setelah lebih dari 20 tahun pengeboran, ilmuwan Rusia telah akhirnya membuka saluran vertikal ke Danau Vostok, sebuah danau air tawar kuno yang terkubur selama setidaknya 15 juta tahun di bawah lebih dari dua mil es kutub. Ini adalah salah satu kapsul waktu terbaik bumi kita yang harus Anda ketahui:
Bertahan. Mereka melakukan pengeboran selama dua dekade?
Benar. Pengeboran dimulai pada 1989 - sebelum para ilmuwan bahkan bisa mengkonfirmasi keberadaan danau 160-mil panjang - dan "berlangsung lambat karena kekurangan dana, kerusakan peralatan, masalah lingkungan, dan dingin yang parah," kata Vladimir Isachenkov untuk Associated Press. Jadi itu hanya beberapa hari lalu, kata Andrea Mustain di Scientific American, bahwa "es coring bor tim berhasil menembus lapisan cair es di bawah lapisan es besar dan mencapai segar, air danau cair."
Anehnya!. Suhu permukaan di stasiun Vostok, dimana peneliti bekerja, adalah di antara "yang paling dingin yang pernah tercatat di Bumi," mencapai negatif 128 derajat Fahrenheit, kata Isachenkov. Tapi danau bawah air itu sendiri diyakini hangat, berkat "tekanan raksasa dari kerak es dan di bawahnya energi panas bumi."
Ini semua tentang prospek penemuan kehidupan baru yang beum tersentuh. Jika ada kehidupan di danau, yang sudah tertutup dari seluruh dunia selama jutaan tahun. "Ini seperti menjelajahi planet lain, tetapi sebenarnya masih di planet kita," kata Robin Bell AP dari Columbia University. Memang, pengeboran bisa menjadi pelopor berharga untuk operasi pertambangan potensial di planet lain, dan telah menjadi "pengetahuan emas untuk belajar tentang kondisi yang mungkin di bulan Jupiter Europa atau bulan Saturnus, Enceladus," yang juga tertutupi dalam lapisan es tebal, kata Marc Kaufman di washinton post.
Belum tentu. "Upaya panjang telah mendapat kontroversi atas beberapa bahan kimia dan teknik yang digunakan dalam pengeboran," kata Kaufman. Beberapa ilmuwan khawatir bahwa "kemurnian" Danau Vostok bisa terkontaminasi dengan beberapa bahan kimia yang digunakan dalam pengeboran, termasuk minyak tanah dan Freon.
Pengeboran dimulai pada 1989 - sebelum para ilmuwan bahkan bisa mengkonfirmasi keberadaan danau 160-mil panjang - dan "berlangsung lambat karena kekurangan dana, kerusakan peralatan, masalah lingkungan, dan dingin yang parah," kata Vladimir Isachenkov untuk Associated Press. Jadi itu hanya beberapa hari lalu, kata Andrea Mustain di Scientific American, bahwa "tim bor es-coring berhasil menembus lapisan cair es di bawah lapisan es besar dan mencapai segar, air danau cair."
READ MORE - Danau Vostok: Kapsul waktu Antarktika yang telah berusia 15 juta tahun
Gambar seorang laki-laki di kamp penelitian Vostock di Antarktika pada tahun 2006: Para peneliti melakukan pengeboran es kutub 2 mil hingga mencapai sub-gletser purba.
Setelah lebih dari 20 tahun pengeboran, ilmuwan Rusia telah akhirnya membuka saluran vertikal ke Danau Vostok, sebuah danau air tawar kuno yang terkubur selama setidaknya 15 juta tahun di bawah lebih dari dua mil es kutub. Ini adalah salah satu kapsul waktu terbaik bumi kita yang harus Anda ketahui:
Bertahan. Mereka melakukan pengeboran selama dua dekade?
Benar. Pengeboran dimulai pada 1989 - sebelum para ilmuwan bahkan bisa mengkonfirmasi keberadaan danau 160-mil panjang - dan "berlangsung lambat karena kekurangan dana, kerusakan peralatan, masalah lingkungan, dan dingin yang parah," kata Vladimir Isachenkov untuk Associated Press. Jadi itu hanya beberapa hari lalu, kata Andrea Mustain di Scientific American, bahwa "es coring bor tim berhasil menembus lapisan cair es di bawah lapisan es besar dan mencapai segar, air danau cair."
Anehnya!. Suhu permukaan di stasiun Vostok, dimana peneliti bekerja, adalah di antara "yang paling dingin yang pernah tercatat di Bumi," mencapai negatif 128 derajat Fahrenheit, kata Isachenkov. Tapi danau bawah air itu sendiri diyakini hangat, berkat "tekanan raksasa dari kerak es dan di bawahnya energi panas bumi."
Ini semua tentang prospek penemuan kehidupan baru yang beum tersentuh. Jika ada kehidupan di danau, yang sudah tertutup dari seluruh dunia selama jutaan tahun. "Ini seperti menjelajahi planet lain, tetapi sebenarnya masih di planet kita," kata Robin Bell AP dari Columbia University. Memang, pengeboran bisa menjadi pelopor berharga untuk operasi pertambangan potensial di planet lain, dan telah menjadi "pengetahuan emas untuk belajar tentang kondisi yang mungkin di bulan Jupiter Europa atau bulan Saturnus, Enceladus," yang juga tertutupi dalam lapisan es tebal, kata Marc Kaufman di washinton post.
Belum tentu. "Upaya panjang telah mendapat kontroversi atas beberapa bahan kimia dan teknik yang digunakan dalam pengeboran," kata Kaufman. Beberapa ilmuwan khawatir bahwa "kemurnian" Danau Vostok bisa terkontaminasi dengan beberapa bahan kimia yang digunakan dalam pengeboran, termasuk minyak tanah dan Freon.
Pengeboran dimulai pada 1989 - sebelum para ilmuwan bahkan bisa mengkonfirmasi keberadaan danau 160-mil panjang - dan "berlangsung lambat karena kekurangan dana, kerusakan peralatan, masalah lingkungan, dan dingin yang parah," kata Vladimir Isachenkov untuk Associated Press. Jadi itu hanya beberapa hari lalu, kata Andrea Mustain di Scientific American, bahwa "tim bor es-coring berhasil menembus lapisan cair es di bawah lapisan es besar dan mencapai segar, air danau cair."
Kamis, 07 April 2011
Boikot Barang dan Produk Amerika dan Israel
Tindak kebiadaban Imperialis Israel di bumi Palestina telah mendapatkan berbagai respons dari kalangan umat Islam, termasuk ulama-ulama Islam. Tokoh-tokoh Islam, seperti Syaikh Dr. Muhammad Sayyid Thanthawi, Syaikhul Azhar, yang selama ini terkesan lentur dalam setiap pernyataannya, kini lebih tegas lagi akan kemestian memerangi musuh-musuh Islam, "Apabila kamu tidak mampu memerangi mereka (musuh-musuh Islam, Israel dan Amerika Serikat) dengan senjata, maka minimal lawanlah dengan memboikot barang-barang dan produk-produk mereka."
Banyak tokoh Islam dunia yang mendukung kemestian pemboikotan barang-barang dan produk-produk Israel dan Amerika, bahkan mengeluarkan fatwa untuk merespon tindak kejahatan yang mereka lakukan di bumi Palestina. Mereka adalah Dr. Yusuf Qardhawi, Dr. Abdul Satar Fathullah Said (Dosen Syariah Universitas Al Azhar), Dr. Naser Farid Wasil (mantan Mufti Mesir), Dr. Muhammad Imarah (Pemikir Muslim Dunia), Dr. Abdul Hamid Ghazali (pakar ekonomi dan politik Islam) dan lain-lain. Berikut ini fatwa yang ditanda tangani tidak kurang dari 70 ulama Sudan dan negara-negara Islam lainnya, seputar wajibnya memboikot barang-barang dan produk-produk Imperialis Israel dan Amerika Serikat.
Perangilah mereka, niscaya Allah akan menyiksa mereka dengan (perantaraan) tangan-tanganmu dan Allah akan menghinakan mereka dan menolong kamu terhadap mereka, serta melegakan hati orang-orang yang beriman. (Qs. At Taubah, 9: 14).
Shalawat dan salam semoga tercurahkan kepada Rasulullah SAW yang telah bersabda, "Perangilah orang-orang musyrik itu dengan harta, jiwa dan lisan kalian." Shalawat dan salam juga semoga tercurah kepada keluarga dan para sahabatnya.
Wahai kaum muslimin, tak tersembunyi dari kalian apa yang menimpa umat kita belakangan ini. Konspirasi negara dzalim Amerika dangan rezim Imperialis Yahudi-Israel telah merampas tanah suci kita, membantai anak-anak kita di bumi Palestina, mengepung rakyatnya dan memaklumatkan perang kepada mereka di semua media visual ataupun audio lewat legalitas internasional yang mereka klaim. Oleh karena itu, wajib bagi umat Islam tampil berperan utnuk menghadapi persoalan umat ini dengan menggunakan berbagai sarana yang mungkin, terutama aksi pemboikotan barang-barang dan produk-produk Amerika dan Israel. Hal demikian itu didasarkan pada:
Pertama, firman Allah SWT.,
Sesungguhnya Allah hanya melarang kamu menjadikan sebagai kawanmu orang-orang yang memerangi kamu karena agama dan mengusir kamu dari negerimu dan membantu (orang lain) untuk mengusirmu. Dan barangsiapa menjadikan mereka sebagai kawan, maka mereka itulah orang-orang yang zalim. (Qs. Al Mumtahanah, 60: 9)
Kedua, persetujuan Rasulullah SAW. pada Tsumamah ketika dia berkata kepada orang-orang Quraisy,
"Demi Allah, tidak akan sampai kepada kalian sebiji gandum pun sehingga Rasulullah SAW. mengizinkannya"
Ketiga, Allah SWT. berfirman,
"Dan (bagi) orang-orang yang apabila mereka diperlakukan dengan zalim mereka membela diri. (Qs. Asy Syura, 42: 39).
Kita semua tahu bahwa Amerika telah banyak berbuat kedzaliman dan mengembargo negeri-negeri Islam dan kaum muslimin, teriakan dan tangisan anak-anak, rintihan orang-orang sakit, ratapan para wanita dan ribuan mayat yang tewas tidak bisa mengetuk nuraninya.
Keempat, konsensus para ulama' yang mengharamkan pemberian manfaat buat orang-orang kafir harbi (yang memerangi umat Islam).
"Menyatakan, haram hukumnya bagi setiap Muslim membeli barang-barang dan produk-produk Amerika Serikat dan Israel, baik berupa produk-produk minuman, gas bumi dan sejenisnya, produk-produk makanan, pakaian, elektronik dan sebagainya. Barang siapa yang melakukan transaksi berarti membela dan menolong orang-orang kafir, membantu mereka mendzalimi saudara-saudaranya kaum muslimin; dia telah melakukan kesalahan dan dosa besar"
Sebelum dan sesudahnya kami ucapkan alhamdulillah, shalawat dan salam semoga tercurahkan kepada junjungan kita, Muhammad SAW, keluarga dan para sahabatnya.
Yang menandatangani fatwa ini adalah:
1. Syaikh Muhammad Fadhil Al Taqlawi, mantan Ketua Jamaah Anshar As Sunnah Al Muhamadiyah, Sudan.
2. Syaikh Ahmad Muhammad Ali Al Thuraifi, Ketua Dewan Fatwa dan Kajian di Universitas Al Quranul Karim
3. Syaikh Ahmad Dr. Muhammad Utsman Shalih, Direktur Universitas Islam Umdarman dan Sekjen Majlis Ulama Sudan.
4. Syaikh Prof. Dr. Ahmad Ali Al Arzaq, Wakil Direktur Universitas Islam Umdarman Sudan.
5. Syaikh Ash Shadiq Abdullah Abdul Majid, Muraqib Am Al Ikhwan Al Muslimin, Sudan.
6. Syaikh Dr. Ismail Al Beliy, Ketua Majlis Ulama Sudan.
7. Syaikh Prof. Dr. Al Khadhar Abdul Rahim, Dekan Fakultas Ushuludin Universitas Islam Umdarman.
8. Syaikh Prof. Hasan Hamid, Wakil Ketua Dewan Fatwa dan Kajian Universitas Al Quranul Karim
9. Syaikh Dr. Al Hibr Yusuf Nur Al Daim, Ketua Dewan Pengajaran Majlis Nasional Sudan.
10. Syaikh Jalaludin Al Murad, Ketua Malis Tinggi Dakwah, Haji dan Wakaf Sudan
11. Syaikh Kamal Utsman Rizq, Khatib Masjid Jami' Agung Qurthum.
12. Mr. Muhammad Ibrahim Muhammad, Wakil Sekjen Majlis Ulama' Sudan.
13. Syaikh Prof. Dr. Abbas Mahjub, Direktur Pusat Universitas Al Quranul Karim untuk Cabang Puteri.
14. Syaikh Al Amin Al Haj Muhammad, Dosen Universitas Internasional Afrika.
15. Dr. Suad Al Fatih, Anggota Majlis Nasional Sudan
16. Syaikh Abdul Rahim Abul Ghaits, Direktur Institut Al Quranul Karim di Umdarman.
17. Syaikh Dr. Al Qurasyi Abdul Rahim, mantan Dekan Fakultas Syariah Universitas Al Quranul Karim.
18. Syaikh Sulaiman Utsman Abu Naro, Amir Jamaah Al Ikhwan Al Muslimin, Sudan.
19. Syaikh Abdul Khalil Al Nadzir Al Karuri, Ketua Jam'iyah Al Ishlah wal Musawah Sudan.
20. Dr. Fathimah Abdul Rahman, Dosen Universitas Al Quranul Karim.
21. Syaikh Dr. Kamal Abid, Direktur Islamic Center Afrika
22. Syaikh Dr. Ismail Hanaafi, Dekan Fakultas Syariah Universitas Internasional Afrika
23. Syaikh Husain Asyisy, Khathib masjid Al Firdaus di Umdarman
24. Syaikh Muhammad Al Amin Ismail, Khathib Masjid Al Fath di Shafahah
25. Syaikh Dr. Abdullah Az Zubair, Dosen Universitas Al Quranul Karim
26. Syaikh Dr. Mubarak Rahmah, mantan Dekan Fakultas Ushuludin Universitas Islam Umdarman
27. Syaikh Prof. Dr. Muhammad Abdul Ghafar, Dosen Universitas Qurthum
28. Syaikh Dr. Sa'ad Ahmad Sa'ad, Sekjen Badan Penyantun Penerapan Syariat Islam, Sudan.
29. Syaikh Muhammad Hasan Thanun, Ketua Dewan Pengurus Jam'iyah Anshar
30. Dr. Umar Yusuf Hamzah, Dosen Universitas Islam Umdarman
31. Syaikh Hamad Al Fadini, Ketua Urusan Aqidah dan Dakwah
32. Syaikh Muhammad Abdul Karim, Khathib Masjid Majma' Islami di Jerif Barat
33. Syaikh Musa'identivikasi Basyir Ali, Khathib Masjid Agung Umdaum
34. Syaikh Dr. Ala'uddin Az Zuki, Dosen Universitas Qurthum
35. Syaikh Dr. Abdullah Abdul Hay, Ketua Urusan Kemahasiswaan Universitas Al Quranul Karim
36. Syaikh Dr. Abdul Hay Yusuf, Ketua Jurusan Peradaban Islam Universitas Qurthum
37. Syaikh Dr. Umar Abdul Ma'ruf Ali, Universitas Islam Umdarman
38. Syaikh Dr. Al Abid Muadz, Dekan Fakultas Syariah Universitas Al Quranul Karim
39. Syaikh Mudatsir Ahmad Ismail, Khathib Masjid Al Arqam di Al Haj Yusuf
40. Syaikh Dr. Yusuf Al Kudah, Dosen Universitas El Nilain
41. Syaikh Dr. Shalih Al Taum, Dosen Universitas Qurthum
42. Syaikh Al Abid Abdul Wahab, Dosen Universitas Qurthum
43. Syaikh Ibrahim Al Dharir, Anggota Dewan Fatwa dan Kajian Universitas Al Quranul Karim
44. Syaikh Dr. Ali Ulwan, Dekan Fakultas Syariah Universitas Nasional Al Ribath
45. Syaikh Ahmad Hasan Muhammad, Ketua Jurusan Komunikasi Universitas Internasional Afrika
46. Syaikh Dr. Mahmud Sulaiman Jadin, Dosen Universitas Al Quranul Karim
47. Syaikh Fadhlullah Ibrahim Thaha, Dosen Universitas Al Quranul Karim
48. Syaikh Akin Mawil, Anggota Majlis Ulama' Sudan
49. Syaikh Dr. Adil Thahir, Universitas Islam Umdarman
50. Syaikh Amad Bakri Abu Hiras, Da'i
51. Syaikh Nazar Muhammad Utsman, Ketua Dewan Penasehat
52. Syaikh Dr. Izzuddin Ibrahim, Dekan Fakultas Syariah Universitas Al Quranul Karim Cabang Juba
53. Syaikh Utsman Abdul Razaq, Perintis Majlis Ulama' Sudan
54. Syaikh Ibrahim Al Arzaq, Universitas Islam Umdarman
55. Syaikh Dr. Ahmad Shadiq Basyir, Dosen Universitas Al Quranul Karim
56. Syaikh Jamal Thahir Hasan, Khathib Masjid Banet Timur
57. Syaikh Athiyah Muhammad Hasan, Anggota Majlis Ulama' Sudan
58. Syaikh Khalid Ramadhan, Khathib Masjid Al Mustaghfirin
59. Syaikh Umar Abdul Qadir, Televisi Qurthum
60. Syaikh Daf'ullah Muhammad Hasan, Imam dan Khathib Masjid Al Dzakirin di Riyadh
61. Syaikh Yahya Abdullah, Imam dan Khathib Masjid Al Mansyiyah
62. Syaikh Muhammad Sayid Haj, Imam dan Khathib Masjid ats Tsaurah
63. Syaikh Dr. Ibrahim Ali Muhammad, Universitas Islam Umdarman
64. Syaikh Bakri Mikyal, Khathib Masjid Mikyal
65. Syaikh Abdul Ilah Muhammad Ahmad Namr, Da'i
66. Syaikh As'ad Abdul Karim, Imam dan Khathib Masjid Majma' Al Furqan
67. Syaikh Dr. Adil Aliyullah, Universitas Islam Umdarman
68. Syaikh Taj Thalab, Imam dan Khathib Masjid Boretzudan
69. Syaikh Dr. utsman Ali Hasan, Dosen Fakultas Syariah Universitas Katar
70. Syaikh Ali Aba Shalih, Imam dan Khathib Masjid Muraba' Wahid di Haj Yusuf
http://ulwani.tripod.com/boikot_yahudi.htm
READ MORE - Boikot Barang dan Produk Amerika dan Israel
Banyak tokoh Islam dunia yang mendukung kemestian pemboikotan barang-barang dan produk-produk Israel dan Amerika, bahkan mengeluarkan fatwa untuk merespon tindak kejahatan yang mereka lakukan di bumi Palestina. Mereka adalah Dr. Yusuf Qardhawi, Dr. Abdul Satar Fathullah Said (Dosen Syariah Universitas Al Azhar), Dr. Naser Farid Wasil (mantan Mufti Mesir), Dr. Muhammad Imarah (Pemikir Muslim Dunia), Dr. Abdul Hamid Ghazali (pakar ekonomi dan politik Islam) dan lain-lain. Berikut ini fatwa yang ditanda tangani tidak kurang dari 70 ulama Sudan dan negara-negara Islam lainnya, seputar wajibnya memboikot barang-barang dan produk-produk Imperialis Israel dan Amerika Serikat.
Fatwa: Wajib Memboikot Barang-barang dan Produk-produk Amerika dan Israel
Segala puji bagi Allah yang telah mewajibkan hamba-hamba-Nya memerangi orang-orang kafir dengan jiwa dan hartanya. Allah telah memberikan kabar gembira kepada mereka kemenangan dan kemuliaan, Dia berfirman,Perangilah mereka, niscaya Allah akan menyiksa mereka dengan (perantaraan) tangan-tanganmu dan Allah akan menghinakan mereka dan menolong kamu terhadap mereka, serta melegakan hati orang-orang yang beriman. (Qs. At Taubah, 9: 14).
Shalawat dan salam semoga tercurahkan kepada Rasulullah SAW yang telah bersabda, "Perangilah orang-orang musyrik itu dengan harta, jiwa dan lisan kalian." Shalawat dan salam juga semoga tercurah kepada keluarga dan para sahabatnya.
Wahai kaum muslimin, tak tersembunyi dari kalian apa yang menimpa umat kita belakangan ini. Konspirasi negara dzalim Amerika dangan rezim Imperialis Yahudi-Israel telah merampas tanah suci kita, membantai anak-anak kita di bumi Palestina, mengepung rakyatnya dan memaklumatkan perang kepada mereka di semua media visual ataupun audio lewat legalitas internasional yang mereka klaim. Oleh karena itu, wajib bagi umat Islam tampil berperan utnuk menghadapi persoalan umat ini dengan menggunakan berbagai sarana yang mungkin, terutama aksi pemboikotan barang-barang dan produk-produk Amerika dan Israel. Hal demikian itu didasarkan pada:
Pertama, firman Allah SWT.,
Sesungguhnya Allah hanya melarang kamu menjadikan sebagai kawanmu orang-orang yang memerangi kamu karena agama dan mengusir kamu dari negerimu dan membantu (orang lain) untuk mengusirmu. Dan barangsiapa menjadikan mereka sebagai kawan, maka mereka itulah orang-orang yang zalim. (Qs. Al Mumtahanah, 60: 9)
Kedua, persetujuan Rasulullah SAW. pada Tsumamah ketika dia berkata kepada orang-orang Quraisy,
"Demi Allah, tidak akan sampai kepada kalian sebiji gandum pun sehingga Rasulullah SAW. mengizinkannya"
Ketiga, Allah SWT. berfirman,
"Dan (bagi) orang-orang yang apabila mereka diperlakukan dengan zalim mereka membela diri. (Qs. Asy Syura, 42: 39).
Kita semua tahu bahwa Amerika telah banyak berbuat kedzaliman dan mengembargo negeri-negeri Islam dan kaum muslimin, teriakan dan tangisan anak-anak, rintihan orang-orang sakit, ratapan para wanita dan ribuan mayat yang tewas tidak bisa mengetuk nuraninya.
Keempat, konsensus para ulama' yang mengharamkan pemberian manfaat buat orang-orang kafir harbi (yang memerangi umat Islam).
"Menyatakan, haram hukumnya bagi setiap Muslim membeli barang-barang dan produk-produk Amerika Serikat dan Israel, baik berupa produk-produk minuman, gas bumi dan sejenisnya, produk-produk makanan, pakaian, elektronik dan sebagainya. Barang siapa yang melakukan transaksi berarti membela dan menolong orang-orang kafir, membantu mereka mendzalimi saudara-saudaranya kaum muslimin; dia telah melakukan kesalahan dan dosa besar"
Sebelum dan sesudahnya kami ucapkan alhamdulillah, shalawat dan salam semoga tercurahkan kepada junjungan kita, Muhammad SAW, keluarga dan para sahabatnya.
Yang menandatangani fatwa ini adalah:
1. Syaikh Muhammad Fadhil Al Taqlawi, mantan Ketua Jamaah Anshar As Sunnah Al Muhamadiyah, Sudan.
2. Syaikh Ahmad Muhammad Ali Al Thuraifi, Ketua Dewan Fatwa dan Kajian di Universitas Al Quranul Karim
3. Syaikh Ahmad Dr. Muhammad Utsman Shalih, Direktur Universitas Islam Umdarman dan Sekjen Majlis Ulama Sudan.
4. Syaikh Prof. Dr. Ahmad Ali Al Arzaq, Wakil Direktur Universitas Islam Umdarman Sudan.
5. Syaikh Ash Shadiq Abdullah Abdul Majid, Muraqib Am Al Ikhwan Al Muslimin, Sudan.
6. Syaikh Dr. Ismail Al Beliy, Ketua Majlis Ulama Sudan.
7. Syaikh Prof. Dr. Al Khadhar Abdul Rahim, Dekan Fakultas Ushuludin Universitas Islam Umdarman.
8. Syaikh Prof. Hasan Hamid, Wakil Ketua Dewan Fatwa dan Kajian Universitas Al Quranul Karim
9. Syaikh Dr. Al Hibr Yusuf Nur Al Daim, Ketua Dewan Pengajaran Majlis Nasional Sudan.
10. Syaikh Jalaludin Al Murad, Ketua Malis Tinggi Dakwah, Haji dan Wakaf Sudan
11. Syaikh Kamal Utsman Rizq, Khatib Masjid Jami' Agung Qurthum.
12. Mr. Muhammad Ibrahim Muhammad, Wakil Sekjen Majlis Ulama' Sudan.
13. Syaikh Prof. Dr. Abbas Mahjub, Direktur Pusat Universitas Al Quranul Karim untuk Cabang Puteri.
14. Syaikh Al Amin Al Haj Muhammad, Dosen Universitas Internasional Afrika.
15. Dr. Suad Al Fatih, Anggota Majlis Nasional Sudan
16. Syaikh Abdul Rahim Abul Ghaits, Direktur Institut Al Quranul Karim di Umdarman.
17. Syaikh Dr. Al Qurasyi Abdul Rahim, mantan Dekan Fakultas Syariah Universitas Al Quranul Karim.
18. Syaikh Sulaiman Utsman Abu Naro, Amir Jamaah Al Ikhwan Al Muslimin, Sudan.
19. Syaikh Abdul Khalil Al Nadzir Al Karuri, Ketua Jam'iyah Al Ishlah wal Musawah Sudan.
20. Dr. Fathimah Abdul Rahman, Dosen Universitas Al Quranul Karim.
21. Syaikh Dr. Kamal Abid, Direktur Islamic Center Afrika
22. Syaikh Dr. Ismail Hanaafi, Dekan Fakultas Syariah Universitas Internasional Afrika
23. Syaikh Husain Asyisy, Khathib masjid Al Firdaus di Umdarman
24. Syaikh Muhammad Al Amin Ismail, Khathib Masjid Al Fath di Shafahah
25. Syaikh Dr. Abdullah Az Zubair, Dosen Universitas Al Quranul Karim
26. Syaikh Dr. Mubarak Rahmah, mantan Dekan Fakultas Ushuludin Universitas Islam Umdarman
27. Syaikh Prof. Dr. Muhammad Abdul Ghafar, Dosen Universitas Qurthum
28. Syaikh Dr. Sa'ad Ahmad Sa'ad, Sekjen Badan Penyantun Penerapan Syariat Islam, Sudan.
29. Syaikh Muhammad Hasan Thanun, Ketua Dewan Pengurus Jam'iyah Anshar
30. Dr. Umar Yusuf Hamzah, Dosen Universitas Islam Umdarman
31. Syaikh Hamad Al Fadini, Ketua Urusan Aqidah dan Dakwah
32. Syaikh Muhammad Abdul Karim, Khathib Masjid Majma' Islami di Jerif Barat
33. Syaikh Musa'identivikasi Basyir Ali, Khathib Masjid Agung Umdaum
34. Syaikh Dr. Ala'uddin Az Zuki, Dosen Universitas Qurthum
35. Syaikh Dr. Abdullah Abdul Hay, Ketua Urusan Kemahasiswaan Universitas Al Quranul Karim
36. Syaikh Dr. Abdul Hay Yusuf, Ketua Jurusan Peradaban Islam Universitas Qurthum
37. Syaikh Dr. Umar Abdul Ma'ruf Ali, Universitas Islam Umdarman
38. Syaikh Dr. Al Abid Muadz, Dekan Fakultas Syariah Universitas Al Quranul Karim
39. Syaikh Mudatsir Ahmad Ismail, Khathib Masjid Al Arqam di Al Haj Yusuf
40. Syaikh Dr. Yusuf Al Kudah, Dosen Universitas El Nilain
41. Syaikh Dr. Shalih Al Taum, Dosen Universitas Qurthum
42. Syaikh Al Abid Abdul Wahab, Dosen Universitas Qurthum
43. Syaikh Ibrahim Al Dharir, Anggota Dewan Fatwa dan Kajian Universitas Al Quranul Karim
44. Syaikh Dr. Ali Ulwan, Dekan Fakultas Syariah Universitas Nasional Al Ribath
45. Syaikh Ahmad Hasan Muhammad, Ketua Jurusan Komunikasi Universitas Internasional Afrika
46. Syaikh Dr. Mahmud Sulaiman Jadin, Dosen Universitas Al Quranul Karim
47. Syaikh Fadhlullah Ibrahim Thaha, Dosen Universitas Al Quranul Karim
48. Syaikh Akin Mawil, Anggota Majlis Ulama' Sudan
49. Syaikh Dr. Adil Thahir, Universitas Islam Umdarman
50. Syaikh Amad Bakri Abu Hiras, Da'i
51. Syaikh Nazar Muhammad Utsman, Ketua Dewan Penasehat
52. Syaikh Dr. Izzuddin Ibrahim, Dekan Fakultas Syariah Universitas Al Quranul Karim Cabang Juba
53. Syaikh Utsman Abdul Razaq, Perintis Majlis Ulama' Sudan
54. Syaikh Ibrahim Al Arzaq, Universitas Islam Umdarman
55. Syaikh Dr. Ahmad Shadiq Basyir, Dosen Universitas Al Quranul Karim
56. Syaikh Jamal Thahir Hasan, Khathib Masjid Banet Timur
57. Syaikh Athiyah Muhammad Hasan, Anggota Majlis Ulama' Sudan
58. Syaikh Khalid Ramadhan, Khathib Masjid Al Mustaghfirin
59. Syaikh Umar Abdul Qadir, Televisi Qurthum
60. Syaikh Daf'ullah Muhammad Hasan, Imam dan Khathib Masjid Al Dzakirin di Riyadh
61. Syaikh Yahya Abdullah, Imam dan Khathib Masjid Al Mansyiyah
62. Syaikh Muhammad Sayid Haj, Imam dan Khathib Masjid ats Tsaurah
63. Syaikh Dr. Ibrahim Ali Muhammad, Universitas Islam Umdarman
64. Syaikh Bakri Mikyal, Khathib Masjid Mikyal
65. Syaikh Abdul Ilah Muhammad Ahmad Namr, Da'i
66. Syaikh As'ad Abdul Karim, Imam dan Khathib Masjid Majma' Al Furqan
67. Syaikh Dr. Adil Aliyullah, Universitas Islam Umdarman
68. Syaikh Taj Thalab, Imam dan Khathib Masjid Boretzudan
69. Syaikh Dr. utsman Ali Hasan, Dosen Fakultas Syariah Universitas Katar
70. Syaikh Ali Aba Shalih, Imam dan Khathib Masjid Muraba' Wahid di Haj Yusuf
http://ulwani.tripod.com/boikot_yahudi.htm
Minggu, 03 April 2011
Kisah Nyata Seorang Pemuda Arab Yang Menimba Ilmu Di Amerika
Ada seorang pemuda arab yang baru saja me-nyelesaikan bangku kuliahnya di
Amerika. Pemuda ini adalah salah seorang yang diberi nikmat oleh Allah
berupa pendidikan agama Islam bahkan ia mampu mendalaminya
Selain belajar, ia juga seorang juru dakwah Islam. Ketika berada di
Amerika , ia berkenalan dengan salah seorang Nasrani. Hubungan mereka
semakin akrab, dengan harapan semoga Allah SWT memberinya hidayah masuk
Islam.
Pada suatu hari mereka berdua berjalan-jalan di sebuah perkampungan di
Amerika dan melintas di dekat sebuah gereja yang terdapat di kampung
tersebut. Temannya itu meminta agar ia turut masuk ke dalam gereja.
Semula ia berkeberatan. Namun karena ia terus mendesak akhirnya
pemuda itupun memenuhi permintaannya lalu ikut masuk ke dalam gereja dan
duduk di salah satu bangku dengan hening, sebagaimana
kebiasaan mereka. Ketika pendeta masuk, mereka serentak berdiri untuk
memberikan penghor-matan lantas kembali duduk.
Di saat itu si pendeta agak terbelalak ketika meli-hat kepada para hadirin
dan berkata, "Di tengah kita ada seorang muslim. Aku harap
ia keluar dari sini." Pemuda arab itu tidak bergeming dari tempatnya.
Pendeta tersebut mengucapkan perkataan itu berkali-kali, namun ia tetap
tidak bergeming dari tempatnya. Hingga akhirnya pendeta itu berkata, "Aku
minta ia keluar dari sini dan aku menjamin keselamatannya. " Barulah pemuda
ini beranjak keluar.
Di ambang pintu ia bertanya kepada sang pen-deta, "Bagaimana anda tahu
bahwa saya seorang mus-lim." Pendeta itu menjawab, "Dari tanda yang
terdapat di wajahmu." Kemudian ia beranjak hendak keluar. Namun sang
pendeta ingin memanfaatkan keberadaan pemuda ini, yaitu dengan mengajukan
beberapa pertanyaan, tujuannya untuk memojokkan pemuda tersebut dan
sekaligus mengokohkan markasnya. Pemuda muslim itupun menerima tantangan
debat tersebut.
Sang pendeta berkata, "Aku akan mengajukan kepada anda 22 pertanyaan dan
anda harus menja-wabnya dengan tepat." Si pemuda tersenyum dan berkata,
"Silahkan!"
Sang pendeta pun mulai bertanya,
1. Sebutkan satu yang tiada duanya,
2. dua yang tiada tiganya,
3. tiga yang tiada empatnya,
4. empat yang tiada limanya,
5. lima yang tiada enamnya,
6. enam yang tiada tujuhnya,
7. tujuh yang tiada delapannya,
8.. delapan yang tiada sembilannya,
9. sembilan yang tiada sepuluhnya,
10. sesuatu yang tidak lebih dari sepuluh,
11. sebelas yang tiada dua belasnya,
12. dua belas yang tiada tiga belasnya,
13. tiga belas yang tiada em-pat belasnya.
14. Sebutkan sesuatu yang dapat bernafas namun tidak mempunyai ruh!
15. Apa yang dimaksud dengan kuburan berjalan membawa isinya?
16. Siapakah yang berdusta namun masuk ke dalam surga?
17. Sebutkan sesuatu yang diciptakan Allah namun Dia tidak menyukainya?
18. Sebutkan sesuatu yang diciptakan Allah dengan tanpa ayah dan ibu!
19. Siapakah yang tercipta dari api, siapakah yang diadzab dengan api dan siapakah yang terpelihara dari api?
20. Siapakah yang tercipta dari batu, siapakah yg diadzab dengan batu dan siapakah yang terpelihara dari batu?
21.. Sebutkan sesuatu yang diciptakan Allah dan dianggap besar!
22. Pohon apakah yang mempu-nyai 12 ranting, setiap ranting mempunyai 30 daun,
setiap daun mempunyai 5 buah, 3 di bawah naungan dan dua di bawah sinaran matahari?"
Mendengar pertanyaan tersebut pemuda itu tersenyum dengan senyuman mengandung keyakinan kepada Allah.
Setelah membaca basmalah ia berkata,
1. Satu yang tiada duanya ialah Allah SWT.
2. Dua yang tiada tiganya ialah malam dan siang. Allah SWT berfirman,
"Dan Kami jadikan malam dan siang sebagai dua tanda (kebesaran kami)." (Al-Isra': 12)..
3. Tiga yang tiada empatnya adalah kekhilafan yang dilakukan Nabi Musa ketika Khidir menenggelamkan sampan,
membunuh seorang anak kecil dan ketika me-negakkan kembali dinding yang hampir roboh.
4. Empat yang tiada limanya adalah Taurat, Injil, Zabur dan al-Qur'an.
5. Lima yang tiada enamnya ialah shalat lima waktu.
6. Enam yang tiada tujuhnya ialah jumlah hari ke-tika Allah SWT menciptakan makhluk.
7. Tujuh yang tiada delapannya ialah langit yang tujuh lapis.
Allah SWT berfirman, "Yang telah menciptakan tujuh langit berlapis-lapis.
Kamu sekali-kali tidak melihat pada ciptaan Rabb Yang Maha Pemurah sesuatu yang tidak seimbang." (Al-Mulk: 3).
8. Delapan yang tiada sembilannya ialah malaikat pemikul Arsy ar-Rahman.
Allah SWT berfirman,"Dan malaikat-malaikat berada di penjuru-penjuru langit.
Dan pada hari itu delapan orang malaikat menjunjung 'Arsy Rabbmu di atas(kepala) mereka." (Al-Haqah: 17).
9. Sembilan yang tiada sepuluhnya adalah mu'jizat yang diberikan kepada Nabi Musa : tongkat, tangan yang bercahaya, angin topan,
musim paceklik, katak, darah, kutu dan belalang dan *
10. Sesuatu yang tidak lebih dari sepuluh ialah kebaikan.
Allah SWT berfirman, "Barangsiapa yang berbuat kebaikan maka untuknya sepuluh kali lipat." (Al-An'am: 160).
11. Sebelas yang tiada dua belasnya ialah jumlah saudara-saudaraYusu f ...
12. Dua belas yang tiada tiga belasnya ialah mu'jizat Nabi Musa yang terdapat dalam firman Allah,
"Dan (ingatlah) ketika Musa memohon air untuk kaumnya, lalu Kami berfirman,
'Pukullah batu itu dengan tongkatmu.' Lalu memancarlah daripadanya dua belas mata air." (Al-Baqarah: 60).
13. Tiga belas yang tiada empat belasnya ialah jumlah saudara Yusuf ditambah dengan ayah dan ibunya.
14. Adapun sesuatu yang bernafas namun tidak mempunyai ruhadalah waktu Shubuh.
Allah SWT ber-firman, "Dan waktu subuh apabila fajarnya mulai menying-sing. " (At-Takwir: 18).
15. Kuburan yang membawa isinya adalah ikan yang menelan Nabi Yunus AS.
16. Mereka yang berdusta namun masuk ke dalam surga adalah saudara-saudara Yusuf ,
yakni ketika mereka berkata kepada ayahnya,
"Wahai ayah kami, sesungguhnya kami pergi berlomba-lomba dan kami
tinggalkan Yusuf di dekat barang-barang kami, lalu dia dimakan
serigala." Setelah kedustaan terungkap, Yusuf berkata kepada mereka,"
tak ada cercaaan ter-hadap kalian." Dan ayah mereka Ya'qub berkata,
"Aku akan memohonkan ampun bagimu kepada Rabbku. Sesungguhnya
Dia-lah Yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang."
17. Sesuatu yang diciptakan Allah namun tidak Dia sukai adalah suara keledai.
Allah SWT berfirman, "Sesungguhnya sejelek-jelek suara adalah suara kele-dai." (Luqman: 19).
18. Makhluk yang diciptakan Allah tanpa bapak dan ibu adalah Nabi Adam, malaikat, unta Nabi Shalih dan kambing Nabi Ibrahim.
19. Makhluk yang diciptakan dari api adalah Iblis, yang diadzab dengan api ialah Abu Jahal dan yang terpelihara dari api adalah Nabi Ibrahim.
Allah SWT berfirman, "Wahai api dinginlah dan selamatkan Ibrahim.." (Al-Anbiya': 69).
20. Makhluk yang terbuat dari batu adalah unta Nabi Shalih, yang diadzab dengan batu adalah tentara bergajah
dan yang terpelihara dari batu adalah Ash-habul Kahfi (penghuni gua).
21. Sesuatu yang diciptakan Allah dan dianggap perkara besar adalahtipu daya wanita,
sebagaimana firman Allah SWT, "Sesungguhnya tipu daya kaum wanita itu sangatlah besar." (Yusuf: 28).
22. Adapun pohon yang memiliki 12 ranting setiap ranting mempunyai 30 daun,
setiap daun mempunyai 5 buah, 3 di bawah teduhan dan dua di bawah sinaran matahari
maknanya: Pohon adalah tahun, ranting adalah bulan, daun adalah hari dan
buahnya adalah shalat yang lima waktu, tiga dikerjakan di malam hari dan dua di siang hari.
Pendeta dan para hadirin merasa takjub mende-ngar jawaban pemuda
muslim tersebut. Kemudian ia pamit dan beranjak hendak pergi. Namun
ia mengurungkan niatnya dan meminta kepada pendeta agar menjawab
satu pertanyaan saja. Permintaan ini disetujui oleh sang pendeta.
Pemuda ini berkata, "Apakah kunci surga itu?"
Mendengar pertanyaan itu lidah sang pendeta menjadi kelu, hatinya
diselimuti keraguan dan rona wajahnya pun berubah. Ia berusaha
menyembunyikan kekhawatirannya, namun hasilnya nihil.
Orang-orang yang hadir di gereja itu terus mendesaknya agar menjawab
pertanyaan tersebut, namun ia berusaha mengelak.
Mereka berkata,
"Anda telah melontarkan 22 pertanyaan kepadanya dan semuanya ia jawab,
sementara ia hanya memberimu satu pertanyaan namun anda tidak mampu
menjawabnya! "
Pendeta tersebut berkata,
"Sungguh aku mengetahui jawaban dari pertanyaan tersebut, namun
aku takut kalian marah.
" Mereka menjawab, "Kami akan jamin keselamatan anda."
Sang pendeta pun berkata,
"Jawabannya ialah: Asyhadu an La Ilaha Illallah wa anna Muhammadar Rasulullah."
Lantas sang pendeta dan orang-orang yang hadir di gereja itu memeluk agama Islam.
Sungguh Allah telah menganugrahkan kebaikan dan menjaga mereka
dengan Islam melalui tangan seorang pemuda muslim yang bertakwa.**
* Penulis tidak menyebutkan yang kesembilan (pent.)
** Kisah nyata ini diambil dari Mausu'ah al-Qishash al-Waqi'ah melalui
internet, www.gesah.net
(tulisan ini dicopas dari posting beberapa tahun yang lalu).
READ MORE - Kisah Nyata Seorang Pemuda Arab Yang Menimba Ilmu Di Amerika
Amerika. Pemuda ini adalah salah seorang yang diberi nikmat oleh Allah
berupa pendidikan agama Islam bahkan ia mampu mendalaminya
Selain belajar, ia juga seorang juru dakwah Islam. Ketika berada di
Amerika , ia berkenalan dengan salah seorang Nasrani. Hubungan mereka
semakin akrab, dengan harapan semoga Allah SWT memberinya hidayah masuk
Islam.
Pada suatu hari mereka berdua berjalan-jalan di sebuah perkampungan di
Amerika dan melintas di dekat sebuah gereja yang terdapat di kampung
tersebut. Temannya itu meminta agar ia turut masuk ke dalam gereja.
Semula ia berkeberatan. Namun karena ia terus mendesak akhirnya
pemuda itupun memenuhi permintaannya lalu ikut masuk ke dalam gereja dan
duduk di salah satu bangku dengan hening, sebagaimana
kebiasaan mereka. Ketika pendeta masuk, mereka serentak berdiri untuk
memberikan penghor-matan lantas kembali duduk.
Di saat itu si pendeta agak terbelalak ketika meli-hat kepada para hadirin
dan berkata, "Di tengah kita ada seorang muslim. Aku harap
ia keluar dari sini." Pemuda arab itu tidak bergeming dari tempatnya.
Pendeta tersebut mengucapkan perkataan itu berkali-kali, namun ia tetap
tidak bergeming dari tempatnya. Hingga akhirnya pendeta itu berkata, "Aku
minta ia keluar dari sini dan aku menjamin keselamatannya. " Barulah pemuda
ini beranjak keluar.
Di ambang pintu ia bertanya kepada sang pen-deta, "Bagaimana anda tahu
bahwa saya seorang mus-lim." Pendeta itu menjawab, "Dari tanda yang
terdapat di wajahmu." Kemudian ia beranjak hendak keluar. Namun sang
pendeta ingin memanfaatkan keberadaan pemuda ini, yaitu dengan mengajukan
beberapa pertanyaan, tujuannya untuk memojokkan pemuda tersebut dan
sekaligus mengokohkan markasnya. Pemuda muslim itupun menerima tantangan
debat tersebut.
Sang pendeta berkata, "Aku akan mengajukan kepada anda 22 pertanyaan dan
anda harus menja-wabnya dengan tepat." Si pemuda tersenyum dan berkata,
"Silahkan!"
Sang pendeta pun mulai bertanya,
1. Sebutkan satu yang tiada duanya,
2. dua yang tiada tiganya,
3. tiga yang tiada empatnya,
4. empat yang tiada limanya,
5. lima yang tiada enamnya,
6. enam yang tiada tujuhnya,
7. tujuh yang tiada delapannya,
8.. delapan yang tiada sembilannya,
9. sembilan yang tiada sepuluhnya,
10. sesuatu yang tidak lebih dari sepuluh,
11. sebelas yang tiada dua belasnya,
12. dua belas yang tiada tiga belasnya,
13. tiga belas yang tiada em-pat belasnya.
14. Sebutkan sesuatu yang dapat bernafas namun tidak mempunyai ruh!
15. Apa yang dimaksud dengan kuburan berjalan membawa isinya?
16. Siapakah yang berdusta namun masuk ke dalam surga?
17. Sebutkan sesuatu yang diciptakan Allah namun Dia tidak menyukainya?
18. Sebutkan sesuatu yang diciptakan Allah dengan tanpa ayah dan ibu!
19. Siapakah yang tercipta dari api, siapakah yang diadzab dengan api dan siapakah yang terpelihara dari api?
20. Siapakah yang tercipta dari batu, siapakah yg diadzab dengan batu dan siapakah yang terpelihara dari batu?
21.. Sebutkan sesuatu yang diciptakan Allah dan dianggap besar!
22. Pohon apakah yang mempu-nyai 12 ranting, setiap ranting mempunyai 30 daun,
setiap daun mempunyai 5 buah, 3 di bawah naungan dan dua di bawah sinaran matahari?"
Mendengar pertanyaan tersebut pemuda itu tersenyum dengan senyuman mengandung keyakinan kepada Allah.
Setelah membaca basmalah ia berkata,
1. Satu yang tiada duanya ialah Allah SWT.
2. Dua yang tiada tiganya ialah malam dan siang. Allah SWT berfirman,
"Dan Kami jadikan malam dan siang sebagai dua tanda (kebesaran kami)." (Al-Isra': 12)..
3. Tiga yang tiada empatnya adalah kekhilafan yang dilakukan Nabi Musa ketika Khidir menenggelamkan sampan,
membunuh seorang anak kecil dan ketika me-negakkan kembali dinding yang hampir roboh.
4. Empat yang tiada limanya adalah Taurat, Injil, Zabur dan al-Qur'an.
5. Lima yang tiada enamnya ialah shalat lima waktu.
6. Enam yang tiada tujuhnya ialah jumlah hari ke-tika Allah SWT menciptakan makhluk.
7. Tujuh yang tiada delapannya ialah langit yang tujuh lapis.
Allah SWT berfirman, "Yang telah menciptakan tujuh langit berlapis-lapis.
Kamu sekali-kali tidak melihat pada ciptaan Rabb Yang Maha Pemurah sesuatu yang tidak seimbang." (Al-Mulk: 3).
8. Delapan yang tiada sembilannya ialah malaikat pemikul Arsy ar-Rahman.
Allah SWT berfirman,"Dan malaikat-malaikat berada di penjuru-penjuru langit.
Dan pada hari itu delapan orang malaikat menjunjung 'Arsy Rabbmu di atas(kepala) mereka." (Al-Haqah: 17).
9. Sembilan yang tiada sepuluhnya adalah mu'jizat yang diberikan kepada Nabi Musa : tongkat, tangan yang bercahaya, angin topan,
musim paceklik, katak, darah, kutu dan belalang dan *
10. Sesuatu yang tidak lebih dari sepuluh ialah kebaikan.
Allah SWT berfirman, "Barangsiapa yang berbuat kebaikan maka untuknya sepuluh kali lipat." (Al-An'am: 160).
11. Sebelas yang tiada dua belasnya ialah jumlah saudara-saudaraYusu f ...
12. Dua belas yang tiada tiga belasnya ialah mu'jizat Nabi Musa yang terdapat dalam firman Allah,
"Dan (ingatlah) ketika Musa memohon air untuk kaumnya, lalu Kami berfirman,
'Pukullah batu itu dengan tongkatmu.' Lalu memancarlah daripadanya dua belas mata air." (Al-Baqarah: 60).
13. Tiga belas yang tiada empat belasnya ialah jumlah saudara Yusuf ditambah dengan ayah dan ibunya.
14. Adapun sesuatu yang bernafas namun tidak mempunyai ruhadalah waktu Shubuh.
Allah SWT ber-firman, "Dan waktu subuh apabila fajarnya mulai menying-sing. " (At-Takwir: 18).
15. Kuburan yang membawa isinya adalah ikan yang menelan Nabi Yunus AS.
16. Mereka yang berdusta namun masuk ke dalam surga adalah saudara-saudara Yusuf ,
yakni ketika mereka berkata kepada ayahnya,
"Wahai ayah kami, sesungguhnya kami pergi berlomba-lomba dan kami
tinggalkan Yusuf di dekat barang-barang kami, lalu dia dimakan
serigala." Setelah kedustaan terungkap, Yusuf berkata kepada mereka,"
tak ada cercaaan ter-hadap kalian." Dan ayah mereka Ya'qub berkata,
"Aku akan memohonkan ampun bagimu kepada Rabbku. Sesungguhnya
Dia-lah Yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang."
17. Sesuatu yang diciptakan Allah namun tidak Dia sukai adalah suara keledai.
Allah SWT berfirman, "Sesungguhnya sejelek-jelek suara adalah suara kele-dai." (Luqman: 19).
18. Makhluk yang diciptakan Allah tanpa bapak dan ibu adalah Nabi Adam, malaikat, unta Nabi Shalih dan kambing Nabi Ibrahim.
19. Makhluk yang diciptakan dari api adalah Iblis, yang diadzab dengan api ialah Abu Jahal dan yang terpelihara dari api adalah Nabi Ibrahim.
Allah SWT berfirman, "Wahai api dinginlah dan selamatkan Ibrahim.." (Al-Anbiya': 69).
20. Makhluk yang terbuat dari batu adalah unta Nabi Shalih, yang diadzab dengan batu adalah tentara bergajah
dan yang terpelihara dari batu adalah Ash-habul Kahfi (penghuni gua).
21. Sesuatu yang diciptakan Allah dan dianggap perkara besar adalahtipu daya wanita,
sebagaimana firman Allah SWT, "Sesungguhnya tipu daya kaum wanita itu sangatlah besar." (Yusuf: 28).
22. Adapun pohon yang memiliki 12 ranting setiap ranting mempunyai 30 daun,
setiap daun mempunyai 5 buah, 3 di bawah teduhan dan dua di bawah sinaran matahari
maknanya: Pohon adalah tahun, ranting adalah bulan, daun adalah hari dan
buahnya adalah shalat yang lima waktu, tiga dikerjakan di malam hari dan dua di siang hari.
Pendeta dan para hadirin merasa takjub mende-ngar jawaban pemuda
muslim tersebut. Kemudian ia pamit dan beranjak hendak pergi. Namun
ia mengurungkan niatnya dan meminta kepada pendeta agar menjawab
satu pertanyaan saja. Permintaan ini disetujui oleh sang pendeta.
Pemuda ini berkata, "Apakah kunci surga itu?"
Mendengar pertanyaan itu lidah sang pendeta menjadi kelu, hatinya
diselimuti keraguan dan rona wajahnya pun berubah. Ia berusaha
menyembunyikan kekhawatirannya, namun hasilnya nihil.
Orang-orang yang hadir di gereja itu terus mendesaknya agar menjawab
pertanyaan tersebut, namun ia berusaha mengelak.
Mereka berkata,
"Anda telah melontarkan 22 pertanyaan kepadanya dan semuanya ia jawab,
sementara ia hanya memberimu satu pertanyaan namun anda tidak mampu
menjawabnya! "
Pendeta tersebut berkata,
"Sungguh aku mengetahui jawaban dari pertanyaan tersebut, namun
aku takut kalian marah.
" Mereka menjawab, "Kami akan jamin keselamatan anda."
Sang pendeta pun berkata,
"Jawabannya ialah: Asyhadu an La Ilaha Illallah wa anna Muhammadar Rasulullah."
Lantas sang pendeta dan orang-orang yang hadir di gereja itu memeluk agama Islam.
Sungguh Allah telah menganugrahkan kebaikan dan menjaga mereka
dengan Islam melalui tangan seorang pemuda muslim yang bertakwa.**
* Penulis tidak menyebutkan yang kesembilan (pent.)
** Kisah nyata ini diambil dari Mausu'ah al-Qishash al-Waqi'ah melalui
internet, www.gesah.net
(tulisan ini dicopas dari posting beberapa tahun yang lalu).
Langganan:
Postingan (Atom)



