Rabu, 15 Februari 2012

Terjemah : Maulid Barzanji 1

Alhamdulillah, mari kita membaca tentang Rasulullah saw. melalui maulid yang
disusun oleh Sayid Syeikh Ja'far Al Barzanji yang diterjemah ke dalam Bahasa
Melayu oleh alm. Sayid Syeikh Thaha bin Fadhlullah As Suhaimi, Ketua Mufti
Negara Singapura.

======================================================



DENGAN NAMA ALLAH YANG MAHA PEMURAH LAGI MAHA PENYAYANG

Aku mulakan riwayat Maulid ini dengan nama Allah yang Maha Tinggi
derajatNya, dengan hal keadaanku mengharapkan limpah berkat pada segala apa
yang dikurniakan kepada ku olehNya, dan juga aku mengucapkan sepenuh penuh
kepujian dengan segala senang hatiku kepadaNya, ialah karena aku syukur
kepadaNya dengan syukur yang seelok-eloknya.

Dan lagi aku memohon kepadaNya muga-muga la mengurniakan
kesejahteraan dan rahmatNya, kepada Nur yang la telah jadikan terdahulu
daripada segala makhluk yang lainnya, yaitulah Nur yang telah berpindah-pindah
daripada satu dahi kepada satu dahi yang mulia keadaannya, yaitulah dahi
moyang-moyang Nabi kita Muhammad Sall-Allahu alaihi-wa-sallam sehingga kepada
dahi Abdullah ayahandanya.

Dan aku memohon lagi kepada Allah muga-muga Ia mengurniakan
keredhaanNya, kepada keluarga Nabi kita itu khasnya, dan kepada
sahabat-sahabatnya dan sekalian orang-orang Islam amnya.

Dan pula aku memohon kepada Allah yang maha sempurna zatNya dan
segala sifat-sifatNya, muga-muga la mengurniakan kepada kita sekalian petunjuk
kepada jslan yang terang lagi nyata benarnya. Dan lagi aku memohon kepadaNya
muga-muga la memelihara kita daripada kesesatan pada langkah-langkah kita
kesemuanya.

Setelah apa yang tersebut itu maka sekarang aku bentangkan kisah
sejarah hidup Nabi kita Muhammad s.a.w. dengan ringkasnya, dan aku susunnya
dengan menyatakan mula-mula sekali nasab keturunannya yang menyenangkan siapa
yang mendengarnya, dan aku meminta tolong kepada Allah Ta'ala yang Maha Kuasa
dan Maha Kuat sifatNya karena bahwasanya tiada daya dan tiada upaya melainkan
semata-mata pada Allah jua letaknya.

YA ALLAH, HARUMKANLAH KUBURNYA YANG MULIA
DENGAN BAU-BAUAN YANG SEMERBAK DARI RAHMAT DAN SEJAHTERA

Aku nyatakan bahwa Nur yang tersebut tadi itu akhirnya telah
menjadilah Penghulu kita Saiyidina Muhammad muga-muga Allah kurniakan
kesejahteraan kepadanya. Saiyidina Muhammad itu ialah anak Abdullah, dan
Abdullah itu anak Abdul Muttalib maka Abdul Muttalib itu juga digelarkan oleh
orang sebagai Syaibatul Hamd namanya. Dan Abdul Muttalib itu anak Hasyim yang
digelarkan Amr anak Abdi Manaf yang juga dinamakan AI mughirah anak Qusai dan
Qusai ini Mujamma' gelarannya. Perkataan Qusai ini asal maknanya ialah
Kejauhan karena ia tinggal di Mekah pada mula-mulanya. Tetapi ketika kecilnya
lagi ia telah dibawa pindah oleh ibunya ke negeri Qudhaa'ah yang jauh
letaknya. Tetapi akhirnya ia telah dikembalikan oleh Allah ke negeri Mekah
yang dimuliakan tanahnya. Lalu ia pun telah menjaga negeri Mekah itu dengan
seteguh-teguhnya.

Maka Qusai itu ialah anak Kilab yang juga dinamakan Hakim anak
Murrah anak Ka'ab anak Lu-ai anak Ghalib anak Fihir yang juga disebutkan
Quraish namanya. Dan nama Quraish inilah dipakai bagi kaum Quraish itu yang
mengandungi anak cucunya. Tetapi sebelum kaum itu dinamakan Quraish maka
Kinanilah namanya, sebagaimana yang telah dikatakan oleh banyak pakar- pakar
nasab yang luas pengetahuannya. Dan mereka itu telah tetap berkepercayaan dan
berpuas hati bahwa begitulah keadaannya. Dan Fihir atau Quraisy itu pula anak
Malik yang ialah pula anak Nadhar anak Kinaanah anak Khuzaimah anak Mudrikah
anak Ilyas seterusnya.

Dan Ilyas inilah orang yang mula-mula sekali menghadiahkan
unta-unta kepada Tanah Haram Mekah untuk ia membuat kurban akannya. Dan telah
didengar oleh orang dari dalam tulang sulbi Ilyas itu akan suara Nabi kita
Muhammad s.a.w. menyebut-nyebut dan memuji-muji Allah Ta'ala dan mengucap
talbiah kepadaNya. Ilyas itu pula anak Nizar anak Ma'ad anak Adnan dan
begitulah nasab itu susunannya.

Maka susunan keturunan atau nasab Rasulullah s.a.w. ini mengikut
sebagaimana yang dinyatakan oleh Hadith Nabi kita s.a.w. yang benar
keadaannya. Dan Adnan itu nasabnya bersambung hingga kepada seorang kekasih
Allah yaitulah Nabi Ibrahim moga-moga Allah cucurkan rahmat keatasnya. Tetapi
Nabi kita telah melarang dan menahan supaya jangan disebutkan satu persatu
nama ninda-nindanya yang daripada Adnan hingga kepada Nabi Ibrahim moyangnya.
Tetapi tidak syak lagi di sisi ahli-ahli yang mahir berkenaan keturunan Nabi
kita itu atau nasabnya, bahwa Adnan itu ialah keturunan dari Nabi Ismail
moga-moga Allah kurniakan kesejahteraan kepadanya.

Dan Nabi Ismail itu pula ialah seorang putera Nabi Ibrahim yang
terkenal kelebihannya. Maka sungguh cemerlang keturunan itu seolah-olah
bagaikan seutas rantai yang ditatah oleh permata-permata yang gemerlapan
seperti bintang-bintang indahnya. Betapa tidak karena bukankah Penghulu kita
saw. itu menjadi permata yang terpilih yang berada ditengah-tengahnya, dan
walaupun dia asalnya seorang yatim tetapi Allah Ta'ala telah memeliharanya.
Alangkah mulia keturunan yang tersebut itu yang kesemuanya telah dipelihara
oleh Allah dari kejahatan zina di masa jahiliah dahulunya.

Adapun keterangan ini ada diriwayatkan oleh Syeikh Zainuddin
seorang Iraq bangsanya, didalam sebuah karangan yang lezat ceteranya.

Maka untuk memuliakan Nabi kita s.a.w. dan memeliharanya itulah
sebabnya Allah Ta'ala telah memelihara seluruh nenek moyangnya, dari melakukan
maksiat zina yang sangat keji adanya. Maka oleh karena itu tidaklah kekejian
zina itu mengenai nasabnya. Kesemua datuk nenek Nabi saw. dari Nabi Adam hingga
kepada ayahandanya Abdullah dan bundanya Aminah tidak pernah melakukan zina
sekaliannya.

Maka cahaya kenabian Nabi kita itu telah berpindah-pindah pada
tiap-tiap dahi nenek moyangnya itu dengan nyatanya. Dan semakin ternyata
cahaya itu seumpama bulan purnama pada dahi Abdul Muttalib datuknya dan pada
dahi Abdullah bapaknya

YA ALLAH, HARUMKANLAH KUBURNYA YANG MULIA
DENGAN BAU-BAUAN YANG SEMERBAK DARI RAHMAT DAN SEJAHTERA

Dan apakala Allah Ta'ala berkehendak menjadikan Nur yang tersebut
itu sebagai RasuINya, yang dinamakan Muhammad dengan mempunyai roh dan jasad
serta sifat-sifatnya, maka Allah Ta'ala pun memindahkan cahaya itu dari
Saiyidina Abdullah ayahandanya, kepada rahim Sitti Aminah Az-zuhriah bundanya.
Dan Allah Ta'ala yang senantiasa dekat pada mereka yang taat kepadaNya, dan
yang memperkenalkan doa mereka yang berdoa dengan bersungguh-sungguh
kepadaNya, telah menentukan bahwa Sitti Aminah itulah yang menjadi ibu bagi
Nabi PilihanNya, serta sekalian Malaikat telah berseru-sera mernberitahu
kepada segala petala langit dan bumi dengan lantangnya, berkenaan
mengandungnya Sitti Aminah akan Nur Nabi Allah itu dan Pesuruh-Nya.

Dan mereka yang telah mengetahui akan kedatangan Nabi saw., itu
serta menunggu-nunggunya, telah merasa sangat sukacita dan bertambah tambah
rindu terhadap kezahirannya, seolah-olah perasaan mereka seperti ketika angin
sepoi-sepoi bahasa bertiup pada waktu subuh dengan lembutnya, yang menjadikan
mereka rindu kepada matahari yang akan terbit kemudiannya. Dan jadilah subur
segala tumbuh tumbuhan di Tanah Mekah setelah beberapa lama keringnya, laksana
bumi dipakai dengan pakaian yang hijau yaitu Sundus namanya. Dan pada masa itu
juga buah-buahan telah mulai menjadi ranum rasanya, dan telah hampirlah masa
tuan-tuan empunya pohon buah-buahan itu memetiknya.

Dan pula berkenaan mengandungnya Siti Aminah itu maka segala
singgasana raja-raja kafir pada ketika itu telah runtuhlah dengan
sekonyong-konyongnya, dan pula segala berhala-berhala telah tersungkur ke atas
mukanya dan mulutnya, dan segala binatang-binatang jinak dan liar baik di
darat atau di taut telah berasa amat sukacitanya, ialah dengan sebab segala
binatang-binatang itu telah menerima berita berkenaan Junjungan kita s.a.w. itu
sudah dikandung oleh Sitti Aminah yang bertuah nasibnya. Bahkan lain-lain
makhluk juga pada masa itu telah merasai lezat kesukaan dengan amat
gembiranya, umpama dapat minum segelas air yang sangat menyegarkan rasanya.

Dan pula segala jin-jin telah diberitahu akan kabar yang
menyenangkan itu dengan jelasnya, tetapi pula sekalian tukang tukang tilik dan
ahli-ahli sihir telah berasa lemah dengan gemetarnya, dan demikian juga
ulama'-ulama' Nasrani telah takut dan bimbang ialah dengan sebab telah dekat
masa kedatangannya.

Dan telah sibuklah sekalian orang-orang yang mengetahui hal itu
bercakap-cakap dan bertanya-tanya berkenaannya, dan mereka itu telah
tercengang dan heran mendengarkan berita-berita tentang keelokan
sifat-sifatnya, sebagaimana yang ada seperti di dalam Kitab kitab Suci yang
dahulu seperti Taurat dan Injil dan sebagainya.

Dan ketika Sitti Aminah yang mengandung itu sedang tidur tiba
tiba datanglah suatu wujud kepadanya; lalu wujud itu berkata: "Hai Aminah
sesungguhnya engkau telah mengandung Penghulu sekalian manusia dan sebaik-baik
makhluk adanya. Dan apabila engkau sudah melahirkan dia nanti dengan selamat,
maka engkau namakanlah dia Muhammad yang berarti seorang yang terpuji ialah
karena ia akan dipuji kesudahannya."


Sumber : http://www.mail-archive.com/wanita-muslimah@yahoogroups.com/msg41418.html